Diduga Terkontaminasi Logam, Jepang Tangguhkan Penggunan 1,63 Juta Dosis Vaksin Moderna
logo

27 Agustus 2021

Diduga Terkontaminasi Logam, Jepang Tangguhkan Penggunan 1,63 Juta Dosis Vaksin Moderna

Diduga Terkontaminasi Logam, Jepang Tangguhkan Penggunan 1,63 Juta Dosis Vaksin Moderna


GELORA.CO -  Jepang menunda pemberian 1,63 juta vaksin Moderna untuk covid-19 karena diduga terkontaminasi. Menurut sumber di Kementerian Kesehatan seperti dilaporkan NHK, bahan kontaminan yang ditemukan dalam batch vaksin Covid-19 Moderna yang dikirim ke Jepang diyakini adalah partikel logam.

Jepang pada hari Kamis menangguhkan penggunaan 1,63 juta dosis yang dikirim ke 863 pusat vaksinasi nasional. Vaksin tersebut dikirimkan oleh distributor domestik Takeda Pharmaceutical. Lebih dari seminggu lalu, Takeda menerima laporan beberapa botol vaksin telah terkontaminasi.

Berdasarkan laporan NHK, yang diterbitkan Kamis malam, partikel itu bereaksi terhadap magnet sehingga diduga sebagai logam. Moderna menggambarkannya sebagai bahan partikulat yang tidak menimbulkan masalah keamanan atau berpengaruh terhadap kemanjuran. Namun seorang pejabat di Kementerian Kesehatan mengatakan bahan kontaminan belum dikonfirmasi.

Berita vaksin Moderna tercemar membuat upaya vaksinasi di Jepang diperkirakan akan mengalami kemunduran. Pemerintah kini sedang berjuang membujuk penduduknya terutama generasi muda untuk divaksinasi.

Pada hari Jumat, delapan prefektur sedang memasuki keadaan darurat sehingga total 80 persen populasi Jepang di bawah pembatasan akibat covid-19. Pemerintah melaporkan hampir 25.000 infeksi baru dengan 2.000 adalah kasus parah.

Penangguhan vaksin Moderna yang tercemar, menurut Kementerian Kesehatan merupakan tindakan pencegahan. Namun langkah itu menyebabkan beberapa perusahaan membatalkan vaksinasi pegawai. Regulator obat Eropa juga melakukan penyelidikan.

Perusahaan farmasi Spanyol Rovi yang mengemas vaksin Moderna dalam botol, mengatakan kontaminasi dapat disebabkan oleh masalah manufaktur saat produksi. Pihak perusahaan sedang melakukan penyelidikan.

Kyodo News melaporkan sebanyak 176 ribu suntikan telah diberikan dengan vaksin Moderna yang tercemar tersebut. [tempo]