Ancaman ISIS Bikin Paman Sam Kebut Evakuasi di Afghanistan
logo

26 Agustus 2021

Ancaman ISIS Bikin Paman Sam Kebut Evakuasi di Afghanistan

Ancaman ISIS Bikin Paman Sam Kebut Evakuasi di Afghanistan


GELORA.CO - Amerika Serikat (AS) berbicara ancaman kelompok ISIS saat evakuasi dilakukan dari Afghanistan. Ancaman itu pula, membuat negeri Paman Sam mengebut proses evakuasi.

Ancaman dari ISIS itu diungkap oleh Presiden AS, Joe Biden. Biden menyerukan agar evakuasi harus segera diselesaikan karena meningkatnya ancaman dari ISIS.

Biden mengatakan semakin lama AS tinggal di negara yang saat ini dikuasai Taliban itu, makin ada risiko serangan akut dan meningkat oleh kelompok teroris yang dikenal sebagai ISIS-K," atau ISIS-Khorasan. Biden menyebut kelompok itu menargetkan untuk menyerang pasukan AS dan bandara.

"Dari hari ke hari kami berada di lapangan kami tahu bahwa ISIS-K berusaha untuk menargetkan bandara dan menyerang pasukan AS dan sekutu," katanya Biden seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (25/8/2021).

Upaya AS Evakuasi Selesai 31 Agustus
Kepada para pimpinan negara The Group of Seven (G7) --terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS)-- Biden mengatakan AS sedang berupaya menyelesaikan proses evakuasi di Afghanistan pada 31 Agustus.



Akan tetapi kepada jajarannya, Biden juga meminta rencana lain jika proses evakuasi molor. Dia meminta Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS menyusun rencana darurat untuk menyesuaikan batas waktu jika itu diperlukan.

"Saat ini kami sedang berupaya menyelesaikannya pada 31 Agustus," ujar juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki.

"Penyelesaian misi pada 31 Agustus tergantung pada koordinasi lanjutan dengan Taliban, termasuk akses lanjutan untuk pengungsi ke bandara," imbuhnya.

Taliban Mengancam
Taliban sebelumnya mengancam akan ada "konsekuensi" jika Amerika Serikat dan sekutunya memperpanjang kehadiran pasukan di Afghanistan melebihi batas waktu yang ditetapkan 31 Agustus. Ancaman itu disampaikan Taliban seiring kekacauan yang terjadi di bandara Kabul.

"Jika AS atau Inggris mencari waktu tambahan untuk melanjutkan evakuasi - jawabannya tidak. Atau akan ada konsekuensinya," kata juru bicara Taliban Suhail Shaheen kepada Sky News.

Berada di sini di luar tenggat waktu yang disepakati akan menjadi "memperpanjang pendudukan", imbuhnya.(detik)