Tertular Covid-19 di Dalam Penjara, Penasihat Senior Suu Kyi Meninggal

Tertular Covid-19 di Dalam Penjara, Penasihat Senior Suu Kyi Meninggal

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Nyan Win, penasihat senior pemimpin Myanmar yang dikudeta, Aung San Suu Kyi, meninggal di rumah sakit pada Selasa (20/7) waktu setempat setelah terinfeksi Covid-19 di dalam penjara. Nyan Win, 78, menjalani hukuman di penjara Insein, Yangon, setelah ditangkap oleh militer yang mengambil alih kekuasaan pada 1 Februari lalu.

Dia dipindahkan ke rumah sakit pekan lalu kata partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dalam sebuah pernyataan.

“Kami berjanji terus memperjuangkan tugas kami yang belum selesai untuk mengakhiri kediktatoran di negara ini dan untuk membentuk Federal Democratic Union,” kata NLD, seraya mengucapkan belasungkawa kepada keluarga pria yang pernah menjadi pengacara Suu Kyi dan juru bicara partai.

Sementara itu, tim informasi dari Dewan Pemerintahan Negara yang dipimpin militer mengatakan penjara-penjara dilengkapi dengan fasilitas untuk merawat pasien Covid-19. Mereka juga mengatakan dalam pernyataan bahwa Nyan Win meninggal akibat penyakit diabetes dan hipertensi yang dideritanya.

Menurut mereka, 375 narapidana telah tertular Covid-19, enam di antaranya meninggal dunia sebelum Nyan Win.

Upaya Myanmar untuk mengendalikan wabah Covid-19 berubah menjadi kekacauan setelah militer merebut kekuasaan dari tangan pemerintah terpilih yang dipimpin Suu Kyi. Menurut data kementerian kesehatan yang dikendalikan junta militer, baru sekitar 1,6 juta dari 54 juta penduduk Myanmar yang telah divaksin.

Global New Light of Myanmar melaporkan sekitar 750.000 dosis vaksin Tiongkok akan tiba pada Kamis (22/7) dan lebih banyak lagi vaksin menyusul dalam beberapa hari ke depan. Kementerian memperkirakan setengah dari populasi negara itu akan divaksin tahun ini.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan dalam sebuah laporan pada Senin (19/7) mereka sedang berupaya memerangi lonjakan yang mengkhawatirkan pada kasus Covid-19 dan berharap Myanmar akan mendapat cukup vaksin lewat fasilitas COVAX tahun ini bagi 20 persen penduduknya.

Myanmar mencatat rekor 281 kematian akibat Covid-19 dan 5.189 kasus baru pada Senin (19/7). Layanan medis dan pemakaman mengatakan angka kematian sebenarnya jauh lebih tinggi daripada data yang dilaporkan junta militer. Tempat-tempat kremasi dikabarkan kewalahan.

Para pengecam junta militer juga mengatakan banyak warga meninggal akibat pembatasan pasokan oksigen dengan alasan menghentikan penimbunan. Reuters tidak bisa menghubungi kementerian kesehatan atau juru bicara junta militer untuk meminta komentar tentang penanganan Covid-19.[jawapos]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita