Tarik Dukungan, UMNO Minta PM Malaysia Mundur karena Gagal Atasi Covid-19
logo

8 Juli 2021

Tarik Dukungan, UMNO Minta PM Malaysia Mundur karena Gagal Atasi Covid-19

Tarik Dukungan, UMNO Minta PM Malaysia Mundur karena Gagal Atasi Covid-19


GELORA.CO - Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) menarik dukungannya dari pemerintah Perikatan Nasional yang dipimpin oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin.

Hal itu disampaukan Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi yang juga sekaligus menyerukan pengunduran diri Muhyiddin, demikian dilansir Channel News Asia, Kamis (8/7/2021).

Dalam konferensi pers online larut malam yang digelar usai rapat dewan tertinggi UMNO, Ahmad Zahid mengkritik penanganan pemerintah terhadap pandemi Covid-19.

Ahmad Zahid mengatakan bahwa UMNO mendukung Muhyiddin sebagai perdana menteri berdasarkan syarat bahwa dia dapat memenuhi dua pedoman utama yang ditentukan oleh dewan tertinggi pada 11 Maret 2020.

“Ini untuk memastikan aspirasi masyarakat benar-benar terwujud dan pemerintah harus segera mengendalikan kelesuan ekonomi dan menyusun rencana yang efektif untuk menangani pandemi Covid-19,” kata Ahmad Zahid.

Pedoman tersebut belum terpenuhi, kata Ahmad Zahid sekaligus menambahkan bahwa pemerintah telah gagal dalam manajemen pandemi, menyalahgunakan keadaan darurat Malaysia untuk tujuan politik dan gagal mempertahankan demokrasi parlementer negara itu.

Berdasarkan keputusan bulat oleh delegasi pada Rapat Umum Tahunan UMNO 2020 dan kegagalan pemerintah, Ahmad Zahid mengatakan dukungan untuk perdana menteri Muhyiddin telah ditarik.

"UMNO mendesak Muhyiddin Yasin untuk mundur dengan hormat agar Perdana Menteri baru dapat diangkat untuk waktu yang terbatas," katanya.

Dia mengatakan bahwa perdana menteri baru hanya akan fokus pada upaya kesejahteraan rakyat selama pandemi, menangani Covid-19 dengan pendekatan inklusif dan memastikan proses vaksinasi dan imunisasi dapat dipercepat.

Akan tetapi Ahmad Zahid juga menyatakan bahwa UMNO tidak akan mendukung pemimpin oposisi Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri. Partainya juga tidak akan mendukung koalisi apapun dengan Pakatan Harapan atau Partai Aksi Demokratik, katanya.

Pengumuman itu muncul setelah Perdana Menteri Muhyiddin Yassin merombak kabinetnya kemarin dengan mempromosikan menteri senior pertahanan Ismail Sabri Yaakob menjadi wakil perdana menteri. [kabar24]