Geram Warungnya Ditutup, Rakesh: Mau Makan Apa Anak Isteriku, Bantuan Pemerintah Gak Ada Sama Sekali
logo

17 Juli 2021

Geram Warungnya Ditutup, Rakesh: Mau Makan Apa Anak Isteriku, Bantuan Pemerintah Gak Ada Sama Sekali

Geram Warungnya Ditutup, Rakesh: Mau Makan Apa Anak Isteriku, Bantuan Pemerintah Gak Ada Sama Sekali


GELORA.CO -  Rakesh, pemilik warung kopi di Medan yang viral karena menyiram air panas ke anggota Satpol PP Sumatera Utara saat terjaring razia pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, hari Kamis (15/7/2021), kini jadi bahan perbincangan khalayak netizen.

Keberanian Rakesh dalam menyampaikan keberatannya dengan kata-kata ala Medan kepada para petugas, diapresiasi oleh khalayak netizen.

Belakangan beredar video yang menyorot sisi lain ketika razia itu berlangsung.

Dalam video itu, istri Rakesh yang mengenakan pakaian serba merah, menangis karena Rakesh terlalu berani melawan petugas.

"Sudahlah, Bang, sudah, Bang," pinta istrinya.

Alih-alih tenang, emosi Rakesh malah makin meluap-luap.

"Kau dengar ya, kau mau masuk tentara pake duit. Mau ambil rapot pake duit. Mau pake daun jambu? Jangan takut kau! Takut sama Tuhan, bukan sama virus," kata Rakesh.

Saat akan diamankan, Rakesh tak henti-hentinya menyemprot petugas dengan kata-katanya.

"Kita gak pernah gentar sama siapapun. Kita buka kedai kopi, bukan jual ganja, bukan jual narkoba. Kecuali kalau aku jual narkoba, baru polisi datang berbondong-bondong dua truk," katanya.

Ketika ia terus teriak-teriak ke arah aparat, istrinya kembali mencoba menenangkannya. Namun, lagi-lagi Rakesh justru memarahi istrinya.

"Kau diam kau. Mau kau kuceraikan depan orang banyak?" katanya.

Video tersebut pun menuai beragam komentar dari netizen. 

Sebelumnya diberitakan, atas perbuatan nekatnya, Rakesh dijatuhi hukuman denda Rp300 ribu oleh hakim tunggal Ulina Marbun, dalam sidang yang digelar di kantor Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK ) Kota Medan.

Kepada wartawan usai dijatuhi denda, Rakesh mengatakan, dirinya kesal karena petugas memperlakukannya bak teroris.

"Orang tu kayak mau nangkap teroris aja. Sementara anakku ada lima, semua masih sekolah. Kalau warungku tutup mau makan apa anak istriku," katanya dengan nada kesal.

Rakesh mengaku, selama PPKM darurat dirinya tidak ada mendapat bantuan dari pemerintah.

"Kalau ada bantuan dari pemerintah masih mending. Ini gak ada sama sekali. Cemana orang mau makan," katanya.