Dilaporkan Dilarikan Dukun, Mahasiswi UNP Sumbar Muncul Lewat Video TikTok
logo

21 Juli 2021

Dilaporkan Dilarikan Dukun, Mahasiswi UNP Sumbar Muncul Lewat Video TikTok

Dilaporkan Dilarikan Dukun, Mahasiswi UNP Sumbar Muncul Lewat Video TikTok


GELORA.CO - Mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) yang dilaporkan hilang diduga dilarikan dukun saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) muncul lewat video singkat di media sosial. 

Dia menyebut lari dari rumah karena keinginan sendiri dan mengaku sudah menikah dengan sang dukun di Kerinci, Jambi.

"Assalamualaikum masyarakat Sumbar dan Pesisir Selatan, terkhususnya bagi masyarakat Kecamatan Lengayang, saya yang bernama Veni mahasiswi UNP yang dinyatakan hilang dibawa kabur dukun dalam pengaruh hipnotis. Semua itu bohong," kata Veni dalam video yang diunggahnya di akun TikTok seperti dilihat detikcom, Rabu (21/7/2021).

Dalam video berdurasi 1 menit 28 detik itu Veni menyebut kepergiannya atas kehendak sendiri. Dia mengatakan hal itu sudah direncanakan karena keduanya sudah menjalin hubungan tanpa diketahui siapapun.

"Saya pergi dari rumah atas keinginan saya sendiri dan rencana kami berdua. Sumpah atas nama Allah sebenarnya kami telah lama menjalin hungan tanpa diketahui siapapun termasuk orang tua saya sendiri," ujarnya

Veni terlihat seperti membacakan penjelasan itu. Sesekali, matanya terlihat melirik seseorang yang seolah sedang memandunya.

Dia menyatakan selama ini dirinya sudah sering bertemu dengan laki-laki yang dikenal sebagai dukun itu. Dia mengaku sudah melaksanakan akad nikah di Kerinci.

"Kami memang saling sayang. Alhamdulillah, 14 Juli 2021 jam 10 malam melakukan akad nikah di Kayu Aro, Kerinci," katanya.

"Sumpah atas nama Allah di antara kami berdua dalam pikiran sadar tanpa ada pengaruh dan paksaan apapun. Karena, pernikahan ini telah kami rencanakan berdua," sambung mahasiswi tersebut.

Dilaporkan Hilang Saat KKN
Veni dinyatakan hilang oleh pihak keluarga saat melaksanakan KKN di Kampung Tampuniak, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kapolsek Lengayang, Iptu Beny Hari Muryanto, mengaku sudah menerima laporan tersebut.

"Masih kita lidik," kata Beny saat dimintai konfirmasi, Rabu (21/7/2021).

Beny menyebut menerima laporan pada 12 Juli 2021 dari keluarga VN. Dalam laporan kepada polisi, pihak keluarga menduga VN dibawa kabur Chandra yang disebut sebagai seorang dukun di daerah tempat KKN.

"Jadi korban ini dilaporkan sudah tidak kembali ke rumah saat melaksanakan KKN," katanya.

Rektor Universitas Negeri Padang, Ganefri, ikut membenarkan informasi hilangnya VN. Ganefri mengatakan tak ada kaitan antara VN hilang dengan kegiatan KKN yang sedang berlangsung.

"Mendapat kabar dari media dan sudah menghubungi orang tuanya. Ini bukan persoalan yang berkaitan dengan KKN. Ini masalah pribadi, masalah keluarga. Kami mendapat kabar, bahwa antara mahasiswi ini dengan orang yang diduga melarikannya itu sudah berlangsung sejak lama," kata Ganefri.

Menurutnya, VN sedang menjalankan KKN di kampung halamannya sendiri. Dia menyebut KKN digelar di kampung halaman para mahasiswa gara-gara Corona.(detik)