Dalam Sehari, 3 Dokter di Jatim Meninggal Terpapar COVID-19
logo

6 Juli 2021

Dalam Sehari, 3 Dokter di Jatim Meninggal Terpapar COVID-19

Dalam Sehari, 3 Dokter di Jatim Meninggal Terpapar COVID-19


GELORA.CO - Kabar duka kembali datang dari dokter di Jawa Timur. Bahkan dalam sehari, tepatnya Senin (5/7/2021) 3 dokter mengembuskan nafas terakhir setelah melawan COVID-19 yang ada di tubuhnya.

3 Dokter yang meninggal tersebut berasal dari 3 daerah di Jatim. Yakni Surabaya, Situbondo dan Gresik.

Pertama, anggota IDI cabang Surabaya, Dokter Spesialis Saraf atau Neurolog dan Guru Besar FK Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof dr Moh Hasan Machfoed SpS. Hal ini juga dibenarkan oleh Ketua IDI Surabaya, dr Brahmana Askandar.

"Iya, meninggal karena (Positif) COVID-19," kata Brahmana saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (6/7/2021).

Dokter kedua yang meninggal yakni anggota IDI cabang Situbondo, Dokter Spesialis Paru dan baru diwisuda menjadi Spesialis Paru baru pada Maret 2021 di FK Universitas Brawijaya (UB) itu yakni dr Aldiela Fitryanto SpP.

Dan ketiga yakni anggota IDI cabang Gresik, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr Zainul Arifin SpOG (K). Almarhum merupakan dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang melayani pasien di RS Muhammadiyah Gresik. Dr Zainul juga mendapat gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Hal ini pun disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim, Dr dr Sutrisno SpOG(K) melalui akun Instagram @idijawatimur. Mewakili IDI Jatim, Sutrisno mengucapkan bela sungkawa.

"Hari ini, tanggal 5 Juli 2021, kita semua, masyarakat Jawa Timur telah kehilangan 3 putra terbaik bangsa, guru, sahabat, teman sejawat, teman seperjuangan dan panutan kita semua akibat COVID-19," kata Sutrisno.

Sutrisno mengatakan kepada masyarakat dan para dokter, jika meninggalnya 3 dokter di Jatim bisa dijadikan sebagai pelajaran. Masyarakat terus berhati-hati dan disiplin protokol kesehatan.

"Jadikan ini sebuah pembelajaran buat seluruh masyarakat, terutama para dokter, untuk terus berhati-hati, ketat dan disiplin menjalankan protokol kesehatan, melakukan 6 M secara teratur," tutupnya.(dtk)