Akui Kondisi Ekonomi Sangat Sulit, Denny Siregar Minta Jokowi Tidak Perpanjang PPKM Darurat
logo

13 Juli 2021

Akui Kondisi Ekonomi Sangat Sulit, Denny Siregar Minta Jokowi Tidak Perpanjang PPKM Darurat

Akui Kondisi Ekonomi Sangat Sulit, Denny Siregar Minta Jokowi Tidak Perpanjang PPKM Darurat


GELORA.CO - Pegiat Media Sosial Denny Siregar memberi saran kepada presiden Joko Widodo agar tidak memperpanjang kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Denny mencium aroma berbahaya apabila kebijakan tersebut benar-benar diperpanjang.

Denny, yang selama ini dikenal sebagai pendukung Jokowi mengakui bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini sudah sangat terpukul.

Dia takut, dengan kondisi sulit seperti itu, rakyat akan mudah untuk dipengaruhi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

"Hati-hati lho, pak @jokowi. Kalau PPKM diperpanjang 6 minggu lagi, itu bisa dimanfaatkan orang untuk menunggangi situasi. Kondisi sekarang ini sudah sulit banget secara ekonomi," tulis Denny Siregar di twitter, dikutip pada Selasa (13/7/2021).

Denny menyebut, meskipun dalam kondisi sulit, rakyat masih sabar menanti kebijakan PPKM Darurat selesai pada 20 Juli mendatang.

"Masih pada bisa sabar smp tanggal 20 Juli. Tapi kalau harus lewati 6 minggu lagi, entah apa yang terjadi," imbuhnya.

Cuitan Denny ditanggapi beragam oleh warganet.

Para pengikut Denny sependapat atas apa yang disampaikan.

Bahkan, mereka takut para pendukung Jokowi pada pilpres lalu kecewa akibat kebijakan yang mempersulit rakyat.

"Pakde @jokowi, bagaimana masyarakat kita di kejar kebutuhan hidup, seperti makan, cicilan, bayaran sekolah.. Inget Wong Cilik Pakde.," tulis Restiana

Di sisi lain, sejumlah warganet justru menyindir Denny Siregar kenapa baru sekarang bersuara atas apa yang terjadi.

Denny, selama ini dituding selalu membela pemerintah dan menyerang sejumlah pihak yang memberikan kritik terhadap pemerintah.

Pemerintah punya opsi perpanjang PPKM Darurat

Pemerintah memiliki opsi perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga selama 6 pekan. 

Informasi tersebut diperoleh melalui bahan paparan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyatakan opsi itu dilakukan agar penyebaran virus Covid-19 terkendali. 

"PPKM darurat selama 4 hingga 6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan," mengutip bahan paparan Sri Mulyani, Senin (12/7/2021). 

Diberitakan sebelumnya, pemerintah melakukan revisi terhadap peraturan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yakni di Jawa-Bali. 

Perubahan aturan tersebut terdapat pada instruksi Mendagri Nomor 19 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali. 

"Dalam rangka tertib pelaksanaan PPKM darurat COVID-19 di Jawa dan Bali, perlu dilakukan perubahan, khususnya pada diktum ketiga huruf g dan huruf k instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan instruksi Mendagri Nomor 18 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat COVID-19," tulis instruksi Mendagri Nomor 19 Tahun 2021 yang salinannya diterima Tribun Network, Sabtu (10/7/2021).

Presiden Jokowi ajak warga minta pertolongan Allah

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengungkapkan keprihatinan dan dukacita mendalam kepada seluruh warga yang meninggal akibat terpapar Covid-19.

Seperti diketahui, kasus Covid-19 mengalami peningkatan pesat sejak beberapa pekan lalu.

Selain meningkat dari jumlah kasus, jumlah kematian pun makin bertambah.

"Saya menyampaikan dukacita yang mendalam kepada seluruh korban pandemi yang telah wafat. Juga memohon doa kepada Allah SWT, agar semua warga negara yang saat ini sedang terpapar Covid-19, segera diberiNya kesembuhan," tulis Jokowi di Twitter pribadinya, dikutip pada Senin (12/7/2021)

Jokowi menyebut, dalam situasi saat ini, segala ikhtiar telah dilakukan.

Meski demikian, ia meminta agar semuanya melakukan ikhtiar batin dengan berdoa kepada Tuhan agar pandemi ini segera usai.

"Menghadapi situasi sulit ini, selain ikhtiar dengan berbagai usaha lahiriah, kita juga wajib melakukan ikhtiar batiniah dengan memanjatkan doa memohon pertolongan Allah SWT agar beban kita diringankan, dan agar negara kita dan dunia segera terbebas dari pandemi," imbuh presiden.

Seperti diketahui, jumlah pasien Virus Corona (Covid-19) di Indonesia bertambah 36.197 orang, per Minggu (11/7/2021).

Update kasus Covid- Indonesia menjadi 2.527.203, dari sebelumnya 2.491.006 kasus.

Sementara, jumlah pasien sembuh bertambah 32.615 orang. 

Jumlah pasien sembuh saat ini berjumlah 2.084.724 jiwa, dari pasien sebelumnya sebanyak 2.052.109 jiwa.

Sementara, jumlah pasien positif Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia bertambah sebanyak 1.007 pasien.

Total pasien meninggal dunia akibat virus corona menjadi 66.464 orang, dari sebelumnya 65.457 orang.

Penambahan kasus positif tersebut tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Provinsi DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan jumlah kasus terbanyak, disusul dengan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Per Minggu (11/7/2021), DKI Jakarta mencatat kasus baru sebanyak 13.133 kasus.

Kemudian, disusul Jawa Barat dengan total 7.399 dan Jawa Tengah dengan total 4.530 kasus. [wartakota]