Wah! Ternyata Lengsernya Soeharto Telah Diprediksi dan Diperingatkan oleh Guru Spiritualnya
logo

10 Juni 2021

Wah! Ternyata Lengsernya Soeharto Telah Diprediksi dan Diperingatkan oleh Guru Spiritualnya

Wah! Ternyata Lengsernya Soeharto Telah Diprediksi dan Diperingatkan oleh Guru Spiritualnya


GELORA.CO - Tahun ini, jika masih hidup Soeharto genap berusia 100 tahun. Mantan Presiden Republik Indonesia itu lahir pada 8 Juni 1921 dan meninggal tahun 2008.

Soeharto menguasai kursi Presiden selama 32 tahun lamanya. Sepanjang itu juga, namanya tercatat dalam beberapa momen bersejarah negeri ini.

Mulai dari peristiwa bersejarah G30S 1965 hingga kerusuhan 1998 yang menjadi ujung jatuhnya dia dari kursi kekuasaan.

Beberapa di antara peristiwa itu, melansir VOI, Soeharto lewati dalam arahan guru-guru spiritualnya.

Raden Panji Soedijat Prawirokoesoemo alias Rama Dijat (sapaan akrabnya), adalah salah satu guru spiritualnya Soeharto.

Rama Dijat adalah guru spiritual soal-soal kenegaraan. Dia memiliki kemampuan berdialog dengan roh leluhur dengan bermeditasi atau njarwa.

Menurut VOI, nasihat-nasihatnya berpengaruh dalam bagaimana Soeharto menjalankan kepemimpinan sebagai presiden.

Tak sedikit kebijakan politik Soeharto yang sebelum dikeluarkan, dikomunikasikan terdahulu dengan para leluhur.

Salah satunya, menurut putra Rama Dijat bernama Budi Kusumo Putro bahwa sebelum Soeharto berniat menjabat Presiden untuk periode ketiga, pada 1982, Rama Dijat mengingatkan agar Pak Harto mengurungkan niatnya itu.

Namun, menurut Budi Kusumo, Pak Harto mendesak agar diizinkan menjadi Presiden.

Tak hanya itu, Soeharto juga memohon agar Rama Dijat memintakan "restu" kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hal tersebut, kata Budi, membuat Rama Dijat melakukan tirakat dengan perjalanan ke segenap penjuru Nusantara selama kurang lebih satu tahun.

"Ayah mendapat wisik, Soeharto bisa menjadi presiden. Namun hanya untuk satu periode lagi," ujar Budi, seperti dikutip dari VOI pada Kamis, 10 Juni 2021.

Pada tahun 1984 Rama Dijat meninggal. Toto Iriyanto putra Rama Dijat yang lainnya, menceritakan bahwa setelah ayahnya meninggal dia mendapat pesan dari almarhum.

Menurut Toto, pada pertengahan 1987 saat sedang pemilu, pesannya itu adalah memperingatkan Soeharto untuk segera lengser.

Melansir VOI, Toto diperintahkan agar menemui Soeharto dengan membawa jantung pisang raja, jeruk Bali, dan kelapa gading ke Istana Negara.

Sesampainya di Istana Negara, kata Toto, ia langsung menyerahkan tiga simbol itu kepada Soeharto. Lantas, menurutnya, Soeharto pun menerima baki berisi jantung pisang raja, jeruk bali, dan kelapa gading.

Toto menuturkan, jantung pisang raja adalah simbol kekuasaan, jeruk bali simbol agar kekuasaan itu dikembalikan, dan kelapa gading adalah simbol masa keemasan.

Namun, menurut Toto, Soeharto tidak mengindahkan wangsit tersebut. Dia terus maju agar tetap duduki kursi Presiden.

Percaya atau tidak, kata Toto, tahun-tahun berikutnya bisnis putra-putri Soeharto mendapat sorotan.

Masalah-masalah juga datang kepada Soeharto, hingga akhirnya terjadilah krisis moneter dan pada 1998 Soeharto lengser dengan memalukan.

Menurut VOI, banyak yang menganggap jika Soeharto menaati pesan gurunya itu, di saat tahun-tahun terakhir hidupnya Soeharto akan lebih selamat.

Source: terkini.id