Tega Ulah Perwira Pukul Petugas Jaga hingga Makan Pun Tak Bisa

Tega Ulah Perwira Pukul Petugas Jaga hingga Makan Pun Tak Bisa

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Pukulan yang 'dilancarkan' seorang perwira polisi, Kompol RW, tak hanya mengakibatkan petugas jaga di Polda Riau, Bripda FZ, sempoyongan hingga terjatuh. 

Pukulan Kompol RW juga membuat Bripda FZ tidak bisa makan beberapa hari.
Pemukulan tersebut terjadi karena Bripda FZ disebut tidak sopan terhadap tamu, yakni petugas Satpol PP dari Provinsi Riau. Selain dipukul, Bripda FZ juga dihukum push-up oleh Kompol RW.

"Kompol RW ada di belakang mobil dinas Satpol PP Provinsi Riau. Setelah kendaraan melewati pintu masuk Kompol RW melihat piket jaga dari Satker Samapta melakukan pemukulan tiang portal warna kuning di depan mobil dinas Kompol RW," kata Kabid Propam Polda Riau, Kombes Gatot Sujono, kepada wartawan, Senin (21/6/2021).

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (18/6/2021) malam. Kompol RW sendiri juga sudah menjelaskan kronologi kejadian malam itu.

"Setelah kejadian Kompol RW bertemu Dir (Direktur) Samapta. Dijelaskan kronologi kejadian di ruang Dir Krimum jelang rapat," terang Gatot.

Setelah mendengarkan penjelasan Kompol RW, Dir Samapta Kombes Farid Zulkarnain disebut menyampaikan bahwa Bripda FZ sudah beberapa hari tak bisa makan. Hal itu diduga akibat pukulan dari Kompol RW di bagian wajah.

"Dir Samapta menyampaikan anggotanya sudah beberapa hari tak bisa makan akibat pemukulan yang dilakukan oleh Kompol RW," jelas Gatot.

Selain itu, Farid disebut meminta Bripda FZ melakukan rontgen. Sedangkan Kompol RW langsung meminta maaf kepada Dir Samapta sebagai pimpinan Bripda FZ.

Kompol RW dan Bripda FZ sudah diperiksa Bid Propam Polda Riau. Keduanya disebut sudah mengakui perbuatan masing-masing.

Insiden pemukulan yang dilakukan Kompol RW kepada Bripda FZ ini juga ditelusuri oleh Propam Polda Riau. Kompol RW dan Bripda FZ juga diperiksa. Pemeriksaan dilakukan untuk melihat jenis pelanggaran.

"Saat ini masih diperiksa, jadi keputusan sanksi atau apakah ada pelanggarannya belum diputuskan. Keduanya sudah kita periksa," sebut Gatot.

Pemeriksaan Kompol RW dan Bripda FZ juga dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian pemukulan yang viral itu. Ada atau tidak sanksi, akan diputuskan oleh pimpinan Polda Riau usai pemeriksaan tuntas.

"Hasilnya nanti kita laporkan ke pimpinan. Pimpinan yang memutuskan," ucap Gatot.

Peristiwa pemukulan terhadap petugas jaga Polda Riau, Bripda FZ, memunculkan kekhawatiran. Kompolnas khawatir bawahan Kompol RW juga melakukan tindakan serupa saat berhadapan dengan warga.

"Kompolnas menyayangkan peristiwa tersebut. Tindakan kekerasan oleh atasan akan diikuti ketika anggota berhadapan dengan masyarakat," ujar Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto, saat dihubungi, Senin (21/6/2021).

Kompolnas juga menyesalkan aksi Kompol RW yang langsung main pukul. Sebab, diyakini masih banyak cara lain dalam mendidik anggota.

"Mengenai tindakan yang dilakukan oleh atasan terhadap anggota tersebut, kami juga menyayangkan tindakan kekerasan tersebut. Karena ada cara lain yang mendidik," tuturnya.

Tapi memang, Kompolnas tak memungkiri kekerasan oleh senior terhadap junior memang kerap terjadi. Hanya, budaya tersebut kini sudah dilarang.

"Dulu masih sering terjadi kekerasan senior terhadap juniornya di lembaga pendidikan. Sekarang budaya kekerasan ini di lembaga pendidikan pun sudah dilarang," ucap Benny.(dtk)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita