Sindir Moeldoko, Gus Umar: Kalau Ukuran Capres Pernah Dirikan Masjid, Saya pun Sudah
logo

11 Juni 2021

Sindir Moeldoko, Gus Umar: Kalau Ukuran Capres Pernah Dirikan Masjid, Saya pun Sudah

Sindir Moeldoko, Gus Umar: Kalau Ukuran Capres Pernah Dirikan Masjid, Saya pun Sudah


GELORA.CO - Tokoh NU, Umar Syadat Hasibuan alias Gus Umar, baru-baru ini turut menanggapi perihal isu Moeldoko yang disebut-sebut sebagai tokoh potensial untuk maju pada Pilpres 2024.

Terlebih disebutkan dalam pemberitaan yang beredar bahwa Moeldoko pantas maju ke Pilpres karena latar belakang militer yang ‘nyantri’ dan bahkan bahkan pernah membangun masjid.

Adapun ungkapan tersebut datang dari salah satu pengamat politik, yakni Saiful Huda Ems belum lama ini. 

Nah, mendengar kabar tersebut, Gus Umar pun memberikan sindiran pedas teruntuk KSP Moeldoko.

Menurutnya, seandainya ukuran maju Pilpres hanya sekadar pernah membangun masjid, maka dirinya mengaku siap untuk maju sebagai calon presiden alias capres pada 2024 mendatang. 

Ia menjelaskan bahwa dirinya pun sudah pernah membangun sebuah masjid di pesantren milik almarhum ayahnya.

“Kalau ukuran Capres pernah dirikan masjid, saya pun sudah bangun masjid di pesantren alm. ayah saya,” tulis Gus Umar, dikutip pada Jumat, 11 Juni 2021, via Twitter.

“Ini masjid yang saya bangun. Kalau ukuran Capres bangun masjid saya siap jadi Capres 2024 berpasangan dengan Haji N’golo Kante, cocok bang @husainadullah1?” tandasnya.

Dilansir terkini.id, sebelumnya, pengamat politik Saiful Huda Ems menilai bahwa Kepala KSP Moeldoko pantas menjadi kandidat kuat pada Pilpres 2024.

Menurut Huda, Moeldoko merupakan figur dari kalangan militer, tetapi sangat berjiwa sipil dan ‘nyantri’.

“Meskipun seorang eks Panglima TNI, beliau sekarang Kepala KSP dan ketua-ketua di organisasi kemasyarakatan,” ujar Huda pada Selasa lalu, 8 Juni 2021.

Selain itu, ia juga menyebut keunggulan lain yang dimiliki Moeldoko, salah satunya sangat dekat dengan para ulama dan tokoh agama lainnya.

“Moeldoko juga pernah mendirikan masjid di Jombang dan nyaris tidak pernah mempolitisasi agama untuk kepentingan politiknya,” beber Huda. []
close
Subscribe