Pemerintah Tak Bisa Berangkatkan Jemaah Haji, Babe Haikal: Karena Kezaliman terhadap HRS?

Pemerintah Tak Bisa Berangkatkan Jemaah Haji, Babe Haikal: Karena Kezaliman terhadap HRS?

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -  Pendakwah, Haikal Hassan Baras turut mengomentari soal jemaah Indonesia yang tak bisa berangkat untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.

Haikal Hassan menyoroti bahwa hal ini baru pertama kalinya terjadi dalam sejarah Indonesia.

“Baru pertama kali terjadi sejak ada NKRI dimana warga nya tidak bisa pergi haji,” katanya melalui akun Twitter Haikal_hassan pada Jumat, 24 Juni 2021.

Haikal Hassan lantas mengaitkan hal ini dengan beberapa hal, termasuk soal Habib Rizieq Shihab (HRS) yang kini ditahan atas beberapa kasus terkait protokol kesehatan.

“Apakah karena faktor terlalu dekat ke RRC? Apakah karena kezaliman terhadap HRS?” kata Haikal Hassan.

“Apakah karena dana haji dipaksa dipakai? Apakah MURNI alasan kesehatan? Apakah menunggu pengadilan akhirat saja?” tambahnya.

Isu calon jemaah Indonesia tidak bisa menunaikan ibadah haji 2021 mulai menyeruak setelah Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan daftar negara yang boleh masuk ke negara mereka.

Dilansir dari Reuter, 11 negara yang boleh masuk, yakni tersebut Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Irlandia, Italia, Portugal, Inggris, Swedia, Swiss, Perancis, dan Jepang.

Seperti diketahui, Indonesia tidak masuk ke dalam daftar tersebut sehingga mengundang beragam reaksi, mulai dari politikus hingga netizen.

Pada Kamis, 3 Juni 2021, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengumumkan bahwa Indonesia tidak akan memberangkatkan jemaah dalam penyelenggaran ibadah haji 1442 H/2021 M. 

“Karena masih pandemi dan demi keselamatan jamaah, pemerintah memutuskan bahwa tahun ini tidak memberangkatkan kembali jamaah haji Indonesia,” kata Menag, dilansir dari Republika.

Hingga hari ini pun, beberapa tagar dan topik terkait masalah haji masih menjadi trending di Twitter seperti ‘Kemanain Dana Hajinya’, ‘Saudi’, hingga ‘Yaqut Gak Kompeten’. []
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita