NasDem Gaet Anies-Ridwan Kamil Ikut Konvensi Capres 2024

NasDem Gaet Anies-Ridwan Kamil Ikut Konvensi Capres 2024

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Gubernur DKI Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) bertemu Subuh tadi. Akankah NasDem mengusung salah satu dari mereka untuk Pilpres 2024?

Waketum NasDem Ahmad Ali menjawab. Ahmad Ali menilai sah-sah saja jika Anies dan RK digadang-gadang bakal meramaikan kontestasi Pilpres 2024. "Artinya begini, kalau kemudian orang melihat kebersamaan Pak Anies dan Pak RK dalam satu tempat, terus kemudian diasosiasikan ini pasangan calon, ya sah-sah saja," kata Ali kepada wartawan, Jumat (11/6/2021).

Ali kemudian menyebut satu sosok lagi. Dia adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Sama ketika Anies dengan Khofifah, dua-duanya dipersonifikasikan deklarator NasDem, itu tak terbantahkan, bahwa mereka pernah interaksi dekat dengan ketum NasDem," ucap Ali.

Namun demikian, Ali menekankan NasDem akan tetap sesuai dengan rencana awal. NasDem bakal menggelar konvensi untuk menentukan siapa capres mereka.

"Kontestasi politik ini adalah untuk semua anak bangsa, tidak terbatas oleh ruang partai politik. Ada akademisi, ada pengusaha, ada teknokrat, ada aktivis yang punya gagasan. Nah kontestasi itu kita buka melalui konvensi, itu ruang partisipasi," imbuhnya.

Kedekatan Anies-Ridwan Kamil dengan NasDem

Lebih lanjut, Ali menuturkan kedekatan Anies, RK dan Khofifah dengan NasDem tidak serta merta menjadi pertimbangan utama dalam menentukan capres. Anggota DPR RI itu mengungkapkan NasDem akan mengajak Anies, RK dan Khofifah ikut dalam konvensi capres.

"Sehingga kemudian personifikasi ketiga figur tadi memiliki kedekatan dengan NasDem itu iya. Tetapi kemudian itu tidak menjadi alasan kita, dan NasDem tidak akan pernah menunjuk orang sesuai selera ketum. Bahwa figur-figur tersebut menjadi harapan NasDem atau mengajak mereka untuk ikut dalam konvensi nanti, itu iya," jelas Ali.

Ali memastikan pemenang dalam konvensi pasti akan dicalonkan sebagai capres di 2024. Karena itu, konvensi akan digelar jika syarat pencapresan sudah terpenuhi. Artinya, konvensi capres NasDem akan bekerja sama dengan partai lain supaya syarat pencapresan terpenuhi.

"Tapi bahwa kemudian konvensi ini juga harus besar, bukan konvensi abal-abal. Konvensi ini betul-betul untuk mencari pemimpin, sehingga siapa nanti atau pemenang di konvensi ini pasti akan tetap maju sebagai capres. Karena partai penyelenggara konvensi sudah memenuhi syarat pencalonan. Jadi ketum (Surya Paloh) sedang membangun komunikasi politik," sebut Ali.

Lantas, siapa partai yang diajak bekerja sama atau koalisi dengan NasDem? NasDem memastikan akan berkomunikasi dengan berbagai partai politik. Bahkan, terbuka kemungkinan membuka komunikasi dengan partai yang bukan koalisi dengan pemerintah.

"Partai NasDem melakukan berbagai komunikasi politik.

Terpisah, Sekjen NasDem Johnny G Plate menjelaskan, jika perolehan suara NasDem pada Pileg 2019 ditambah dengan Golkar sudah bisa mencalonkan capres. Sedangkan PDIP bisa mengusung capres sendiri.

"Sesuai hasil Pileg 2019, maka perolehan suara Nasdem dan Golkar sudah cukup membentuk koalisi capres 2021. PDIP dapat mengusung sendiri dan dengan lainnya perlu lebih dari 2 partai," ucap Johnny.

Lebih jauh, Johnny menjelaskan saat ini Dewan Pakar NasDem sedang melakukan kajian tentang rekrutmen capres. Dia menegaskan NasDem belum memutuskan berkoalisi dengan siapa.

"Ketua Umum NasDem menunjuk dewan pakar untuk melakukan kajian terkait dengan rekrutmen capres 2024. Hingga saat ini belum ada koalisi, baik koalisi konvensi maupun koalisi capres. Kajian sedang dilakukan," jelas Johnny.

"NasDem sudah bertemu dengan ketua-ketua partai politik. Silaturahmi sudah, termasuk dengan ketua umum Golkar. Tetapi dalam komunikasi politik yang luas," sambung dia.

NasDem sendiri kini masih fokus bersama-sama pemerintah menyelesaikan pandemi COVID-19. Soal konvensi, NasDem mempersilakan semua tokoh bangsa untuk berpartisipasi.

"Untuk konvensi itu silakan tokoh-tokoh bangsa mencalonkan diri. Jangan menyebut nama, semuanya silakan. Seluruh tokoh-tokoh bangsa, silakan," tuturnya. []
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita