Di balik Wafatnya Wabup Sangihe: Batuk, lalu Keluar Darah dari Mulut

Di balik Wafatnya Wabup Sangihe: Batuk, lalu Keluar Darah dari Mulut

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Hari masih subuh, tapi ribuan orang sudah menyesaki Pelabuhan Nusantara, Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, kemarin (11/6). Dan, begitu peti jenazah Helmud Hontong diturunkan dari KM Merit Teratai, mereka berebut turut menggotong.

Helmud adalah wakil bupati Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, yang meninggal dalam perjalanan udara menggunakan pesawat Lion Air jurusan Denpasar–Makassar Kamis lalu (10/6). Turut menjemput jenazah pria yang akrab disapa Papa Embo itu Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana didampingi istri, Hermin Ririswati Gaghana Katamsi.

Jenazah Helmud di dalam peti dibawa berkeliling Kota Tahuna sebagai tanda pengabdian terakhirnya bagi masyarakat. Selanjutnya, jenazah mantan anggota DPRD Kepulauan Sangihe dua periode itu dibawa ke rumah dinas Wabup.

Plt Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan (Prokopi) Setkab Sangihe Abner Menaung mengungkapkan, ibadah pemakaman almarhum dilaksanakan pada Senin lusa (14/6). Informasi yang diperoleh dari keluarga, jenazah Helmud akan dimakamkan di halaman rumah pribadi almarhum di Kelurahan Manente, Tahuna.

”Bupati Jabes Gaghana sendiri yang akan menjadi inspektur upacara saat jenazah disemayamkan di kantor bupati Sangihe. Selanjutnya, prosesi berlanjut di kantor DPRD Sangihe dengan inspektur upacara Ketua DPRD Josephus Kakondo,” jelasnya kepada Manado Post.

Begitu kabar meninggalnya Helmud tersebar, tersebar pula surat penolakan tambang emas yang dia tanda tangani dan dikirim ke Kementerian ESDM. Dia beralasan tak mau limbah itu mengganggu kesehatan warga Sangihe. Tapi, dari foto yang beredar di Twitter, surat tersebut tak berkop resmi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.[jpc]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita