Bukan Perkara Receh, Potensi Kerugian Penanganan Pandemi Adalah Peringatan Buat Jokowi
logo

23 Juni 2021

Bukan Perkara Receh, Potensi Kerugian Penanganan Pandemi Adalah Peringatan Buat Jokowi

Bukan Perkara Receh, Potensi Kerugian Penanganan Pandemi Adalah Peringatan Buat Jokowi


GELORA.CO - Temuan potensi kerugian negara yang diungkap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam penanganan pandemi Covid-19 tak bisa dianggap sepele. Terlebih dalam temuan BPK, negara ditaksir merugi hingga Rp 2,94 triliun pada semester II-2020.

"Bisa dikatakan ini warning bagi Jokowi dan jajarannya. Potensi kerugian negara yang mencapai Rp 2 triliun tidak boleh dianggap biasa saja,” tegas Direktur Eksekutif CISA, Herry Mendrofa kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (23/6).

Ia berpandangan, potensi kerugian tersebut terjadi karena kalkulasi manajemen risiko yang dilakukan pemerintah belum tepat.

Ditambah lagi, sejak awal pandemi sudah memicu kepanikan dan imbasnya memengaruhi kesiapan pemerintah pusat dalam meminimalisasi implikasi Covid-19.

"Sejak awal stakeholders pada panik. Silang pendapat antara pemerintah pusat dan daerah tak terhindarkan dalam menentukan pilihan kebijakan yang dirasa tepat. Akhirnya, harmonisasi percepatan penanggulangan pandemi pun lambat dan sering tidak sinkron,” tuturnya.

Oleh karenanya, saat ini ia meminta kepada pemerintah untuk melakukan introspeksi, sekaligus membenahi tim penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang dibentuk(RMOL)