Viral Petugas Pemakaman Kudus Tidur Pakai APD, Ini Cerita di Baliknya
logo

27 Mei 2021

Viral Petugas Pemakaman Kudus Tidur Pakai APD, Ini Cerita di Baliknya

Viral Petugas Pemakaman Kudus Tidur Pakai APD, Ini Cerita di Baliknya


GELORA.CO - Video tim pemakaman pasien virus Corona atau COVID-19 yang tidur dengan alat pelindung diri (APD) viral di media sosial. Tampak sejumlah petugas ber-APD tidur di belakang ambulans beralaskan tanah hingga di tanah kosong.

Video petugas pemakaman itu heboh di sejumlah media sosial. Salah satunya diupload di akun Facebook @kudusviral. Video diunggah sudah sejak 19 jam lalu dan mendapatkan ratusan komentar.

Video yang beredar berdurasi satu menit. Pada video tersebut memperlihatkan sejumlah petugas pemakaman dari BPBD di Kudus tengah beristirahat. Mereka tampak tidur nyenyak meski beralaskan tanah.

Sedangkan pada unggahan tersebut dituliskan tim "Cekhatil Link" tengah beristirahat di tengah kasus Corona di Kudus yang sedang meningkat. Pada unggahan tersebut berbunyi mengimbau kepada masyarakat untuk taat terhadap protokol kesehatan.

Begini cara kami membagi, waktu beristirahat, kami hanya minta kalian patuh prokes untuk keselamatan jiwa kalian dan keluarga kalian sendiri. Semoga pandemi segera berlalu. Ammin," tulis akun @kudusviral seperti dilihat detikcom, Kamis (27/5/2021).

Dimintai konfirmasi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kudus, Budi Waluyo, menyebut mereka yang tidur dengan APD itu merupakan relawan petugas pemakaman dari BPBD Kudus yang disebut Tim Cekathil. Dia menyebut salah satu alasan tim tetap memakai APD meski sedang istirahat dikarenakan tingginya lonjakan angka kematian akibat COVID-19 di Kudus.

"Karena saking padatnya kematian sambil menunggu tidak mau bolak-balik di BPBD sehingga sambil menunggu di rumah sakit sakit," ungkap Budi ditemui di sela-sela kegiatan di Mapolres Kudus, Kamis (27/5/2021).

"Doakan saja Cekhatil sehat dan diberikan kesehatan dalam melaksanakan tugas ini," sambung Budi.

Kudus Zona Merah, Catat 17 Kasus Kematian Gegara Corona

Budi mengatakan angka kematian terkonfirmasi positif COVID-19 di Kudus saat ini tengah naik. Tercatat dalam sehari bisa mencapai 17 kasus kematian akibat Corona.

"Kita sendiri yang ter-backup 11 orang meninggal hari kemarin kita makamkan, dan 6-nya hari ini. Itu 17 (orang meninggal dunia terkonfirmasi positif Corona) angka tertinggi saat ini," jelasnya.

Budi menyebut lonjakan kasus kematian COVID-19 mengalami peningkatan sejak tanggal 18 Mei 2021 lalu. Saat itu menurutnya ada empat kasus kematian terkonfirmasi positif COVID-19.

"Lonjakan angka kematian sejak tanggal 18 Mei 2021 sudah ada kenaikan, biasanya satu, dua lalu sampai empat. Kemarin itu meninggal tertinggi saat ini, kemarin Rabu (26/5) ada 17 kematian sehari," ungkapnya.

Padahal sebelumnya paling banyak hanya 2 kasus kematian akibat Corona dalam sehari. Bahkan tahun 2020 angka kematian karena terpapar Corona dalam sehari paling banyak 12 kasus.

"Pertengahan 2020 itu 12 per hari, 12 itu pemakaman. Semoga saja tidak ada lonjakan lagi," pungkas Budi.(dtk)
close
Subscribe