Terungkap Motif Wanita Cantik Kirim Sate Beracun Sianida hingga Tewaskan Bocah di Bantul
logo

3 Mei 2021

Terungkap Motif Wanita Cantik Kirim Sate Beracun Sianida hingga Tewaskan Bocah di Bantul

Terungkap Motif Wanita Cantik Kirim Sate Beracun Sianida hingga Tewaskan Bocah di Bantul


GELORA.CO - Pihak kepolisian resor (Polres) Bantul mengamankan seorang perempuan terduga pelaku pengirim paket sate beracun lewat jasa driver ojol di Bantul, Jumat (30/4/2021).

Wanita itu diketahui berinisial NA (25 tahun), seorang karyawan swasta asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Saat diperiksa polisi, NA mengaku mengirimkan paket sate beracun sianida itu kepada Tomi yang beralamat di Perumahan Bukit Asri Nomor FF01, Padukuhan Sembungan, Desa Bangunjiwo Kecamatan Kasihan, Bantul, karena sakit hati terhadap Tomi.

Tomi sendiri disebut-sebut merupakan seorang polisi senior yang bertugas sebagai penyidik di Polresta Jogja. Pada tahun 2017, Tomi dikabarkan meraih penghargaan sebagai penyidik terbaik.

Namun, sejauh ini tidak diketahui sakit hati seperti apa yang dirasakan NA kepada Tomi sehingga ia nekat mengirimkan paket sate beracun tersebut.

Kirim Tanpa Lewat Aplikasi

Saat itu, NA menggunakan jasa Bandiman, seorang driver ojol, tanpa memesan lewat aplikasi. 

Setelah disepakati, Bandiman meminta ongkos Rp25 ribu, namun wanita itu membayar Rp30 ribu. 

Kepada Bandiman, NA berpesan bahwa lontong sate itu dikirim oleh seseorang bernama Pak Hamid.

"Bilang paket ini dari Pak Hamid nggih, Mas," ujar perempuan itu kepada Bandiman sembari menyerahkan ongkos kirim.
Saat itu, Bandiman sama sekali tidak merasa curiga. Ia menerima begitu saja permintaan dari perempuan tersebut dan mengantarkan paket itu ke alamat tujuan, yakni di Perumahan Bukit Asri Nomor FF01, Padukuhan Sembungan, Desa Bangunjiwo Kecamatan Kasihan, Bantul.

Ketika sampai di alamat tujuan, Bandiman tidak menemukan warga yang bernama Tomi. Ia kemudian menelepon Tomi, dan Tomi memberitahu bahwa ia sedang di luar kota dan meminta paket itu dikomunikasikan dengan istrinya yang ada di rumah.

Namun, istri Tomi menolak paket lontong sate tersebut karena merasa tidak kenal dengan orang yang bernama Pak Hamid.

"Yowis buat mas mawon, buat buka puoso," ujar wanita itu.

Di rumah, Bandiman langsung membuka lontong sate itu. Ia dan anak pertamanya pun sempat menyantap dua tusuk sate itu tanpa bumbunya, dan mereka tidak apa-apa. 

Namun nahas, anaknya yang kecil, yakni Naba Faiz Prasetya, langsung keracunan begitu menyantap lontong sate itu dengan bumbunya.

Sempat dilarikan ke rumah sakit, bocah itu pun meninggal dunia. []
close
Subscribe