Tampang Bos Kelompok 'Rambut Merah' yang Sebut Salat Tak Wajib

Tampang Bos Kelompok 'Rambut Merah' yang Sebut Salat Tak Wajib

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Kelompok 'rambut merah' membuat heboh warga Kampung Ciroyom, Kabupaten Cianjur. Kelompok tersebut dipimpin pria inisial DJ. 

Warga mengungkapkan DJ dan anggotanya melakoni ajaran menyimpang yaitu tak mewajibkan salat dan puasa. Siapa DJ?
Kepala Desa Bojong Uyeng Handoko menuturkan sebelum terjerumus dalam keyakinan yang diduga menyimpang, DJ merupakan pengurus masjid di lingkungan tempatnya tinggal. "DJ dikenal sosok yang alim, taat ibadah, dan memang jadi salah seorang pengurus di masjid," ujar Uyeng, Sabtu (22/5/2021).

Menurutnya, sikap DJ berubah drastis setelah mengenal seseorang yang dijadikan guru. Bahkan, dalam beberapa kali pertemuan, sosok yang menjadi gurunya DJ itu dihadirkan untuk memperkuat keyakinannya yang dinilai menyimpang oleh masyarakat.

"Jadi mulai berubah itu setelah kenal warga Kecamatan Sukaluyu yang dijadikan guru olehnya. Terlihat mulai mengabaikan ibadah dan diduga menyimpang itu saat Ramadan kemarin," ucap Uyeng.

Bos kelompok 'rambut merah' ini menyebarkan pemahaman tersebut pada lingkungannya, terutama ke sejumlah pengurus masjid. "Makanya warga lapor, karena heran dari yang awalnya rajin ibadah, sekarang diduga menjadi menyimpang. Ditambah sudah ada beberapa orang yang ikut," tutur Uyeng.

Pemdes dan MUI Desa Bojong terus memberikan pembinaan agar DJ dan anggota kelompok 'rambut merah' bertobat. "Kita fokus dan intensifkan pembinaan. Sudah mulai ada yang bersyahadat kembali. Kita akan terus pembinaan sampai semuanya tidak lagi menyimpang," kata Uyeng.

Pimpinan dan anggota kelompok ini berciri khas rambut dicat merah. DJ menolak diwawancara wartawan berkaitan ajarannya yang diduga menyimpang. DJ dan anggotanya langsung pergi usai menghadiri musyawarah dengan Pemdes dan MUI Bojong.(dtk)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita