Heboh Pria di Sulsel Mau Bikin Aliran Kepercayaan, Ini Faktanya
logo

21 Mei 2021

Heboh Pria di Sulsel Mau Bikin Aliran Kepercayaan, Ini Faktanya

Heboh Pria di Sulsel Mau Bikin Aliran Kepercayaan, Ini Faktanya


GELORA.CO - Seorang pria di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), A Sulaiman membuat heboh setelah menyebarkan surat yang menyatakan dirinya membuat aliran kepercayaan bernama Iman Tilaco. A Sulaiman ternyata merupakan orang dengan gangguan jiwa.

"Yang bersangkutan ini mengantongi surat pasien dari Rumah Sakit Dadi (rumah sakit jiwa). Sekarang posisinya di rumah singgah kami," kata Kadis Sosial Maros Prayitno saat dimintai konfirmasi, Jumat (21/5/2021).

Sulaiman saat ini tengah berada di Rumah Singgah Dinsos Maros. Menurut Prayitno, jika dilihat sekilas, Sulaiman memang tampak normal dan tidak sedang mengalami gangguan jiwa.

"Kalau diajak bicara, memang tidak terlihat begitu..., semuanya normal saja. Dia ini kita tempatkan di sini karena dia tidak ada rumah di sini. Dia tunggu proses cerai sama istrinya," lanjutnya.

Untuk diketahui, surat pembuatan aliran kepercayaan dibuat dan diteken oleh Sulaiman sendiri. Surat itu ditujukan ke sejumlah pihak, mulai Presiden, Mendagri, Kapolri, hingga Bupati Maros.

Dalam surat itu, Sulaiman menyatakan dirinya telah keluar dari agama Islam dan hendak membentuk aliran kepercayaan bernama Iman Tilaco. Dia juga memerinci awal mula dia beragama Islam hingga maksud mendirikan Iman Tilaco.

Terkait surat yang dibuat Sulaiman itu, Prayitno mengaku tidak tahu di mana Sulaiman membuatnya. Sebab, di Rumah Singgah Dinsos Maros tidak tersedia komputer untuk mengetik, dan Sulaiman juga tidak memiliki HP.

"Saya kurang tahu di mana, mungkin pinjam laptop siapa begitu. Orangnya memang kalau bicara itu kesannya pintarlah. Ya mungkin juga ini karena mendalami ilmu tertentu," sebutnya.


Namun Prayitno menduga Sulaiman memang bisa membuat surat itu sendiri berbekal pengalamannya menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Bone pada 2005 sampai 2016. Tak diketahui kenapa Sulaiman berhenti jadi PNS.(dtk)