Dikritik Busyro, Ngabalin: Kalau Mau Berpolitik Jangan di Muhammadiyah

Dikritik Busyro, Ngabalin: Kalau Mau Berpolitik Jangan di Muhammadiyah

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Setelah dikritik oleh Ketua PP Muhammadiyah bidang Hukum dan HAM Busyro Muqoddas Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin langsung membalasnya. Hal serupa juga dilakukan Ngabalin terhadap kritikan Wakil Ketua MUI Anwar Abbas.

Hal itu terkait pernyataannya soal otak sungsang. Ngabalin menyebut Busyro berbicara laiknya pegiat antikorupsi. Kepada Anwar Abbas pun Ngabalin mengatakan sebaiknya bergabung dengan partai politik (parpol) jika ingin berpolitik.

"Pak Busyro itu jangan memposisikan diri seperti pegiat LSM antikorupsi di PP Muhammadiyah, Anwar Abbas ya maksudnya itu (mengkritik). Sama seperti Pak Anwar Abbas, kalau mau berpolitik, masuk saja parpol, enggak usah di Muhammadiyah atau MUI. Kasihan, beliau-beliau itu kan orang baik, orang-orang terhormat," kata Ngabalin seperti dilansir dari detikcom.

Ngabalin heran dengan ucapan Busyro Muqoddas yang mengatakan bahwa KPK tamat di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Ngabalin, sepatutnya Busyro menyampaikan pikiran terkait KPK langsung di hadapan Jokowi.

"Kalau perilaku prejudice itu berbeda dengan kritik. Mana bisa orang sekapasitas mantan Ketua KPK, kemudian Ketua Bidang Hukum dan HAM di PP Muhammadiyah, kalau mau menyampaikan pikiran-pikiran cerdas dan jenius kepada presiden terkait dengan hal-hal yang menyangkut KPK apa susah? Apa sulitnya mau ketemu presiden itu? Kan pimpinan Muhammadiyah itu orang ulama itu," ujarnya.

"Saya ini kenapa keras memprotes itu? Karena saya keberatan kalau Muhamadiyah itu dirusaki untuk menciderai namanya, terciderai itu organisasi yang berwibawa, kuat, bergerak dalam bidang pendidikan dan dakwah. Sebaiknya berhenti saja dari Muhammadiyah kemudian aktif di LSM, jadi tidak merusak Muhammadiyah," tambahnya.

Oleh sebab itu, Ngabalin menyarankan sebaiknya Anwar Abbas dan Busyro Muqoddas mengundurkan diri dari Muhammadiyah. Ngabalin pun tak keberatan jika Anwar Abbas dan Busyro Muqoddas berbalik menyarankan Presiden Jokowi supaya memberhentikan dirinya dari KSP.

"Kalau saya keras bicara tentang Pak Busyro dan Pak Anwar Abbas itu ya karena mereka adalah pimpinan Muhammadiyah, sebaiknya mereka berhenti, sebaiknya mengundurkan diri, supaya lebih bebas. Nanti kalau Pak Anwar dan Pak Busyro berkesempatan ketemu presiden, usulkan saja kepada presiden supaya memberhentikan saya, enggak usah ngomong-ngomong di publik begitu, enggak zamannya lagi," ucapnya.

Lantas apa tanggapan Ngabalin yang disebut Anwar Abbas merusak citra Jokowi? Ngabalin mengatakan sudah sepatutnya dia menjaga kehormatan pemerintah dan Presiden Jokowi.

"Ya biar saja publik yang menilai, saya posisinya adalah tetap harus menjaga kehormatan presiden dan pemerintah. Itu kan seperti membuat fitnah kan, membuat prasangka buruk kepada presiden, dari mana mereka dapat celah bahwa pemerintah atau presiden melakukan intervensi atau istilahnya berusaha," imbuhnya.[ljc]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita