Badai Corona di India Bikin Dokter Frustrasi hingga Bunuh Diri

Badai Corona di India Bikin Dokter Frustrasi hingga Bunuh Diri

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Badai Corona di India juga berimbas kepada tenaga kesehatan. Seorang dokter berusia 36 tahun tewas bunuh diri karena frustrasi setelah bekerja di ICU selama kurang lebih satu bulan.

Dia adalah dr Vivek Rai, seorang dokter di rumah sakit swasta di ibu kota India, New Delhi. Dr Rai berasal dari negara bagian Uttar Pradesh, Gorakhpur.

Seperti diberitakan media lokal, India Today, Senin (3/5/2021), salah satu rekan dr Rai yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan Dr Rai bertugas di unit COVID-19 selama satu bulan terakhir dan menangani pasien ICU.

"Dia akan memberikan CPR kepada sekitar tujuh hingga delapan pasien setiap hari. Meskipun ada upaya, tidak banyak yang bisa bertahan," katanya, seraya menambahkan bahwa dr Rai "frustrasi" dengan situasi dan kondisi pasien yang ada.

Rekannya menyebut, sebagai pejuang di garis depan dalam melawan pandemi Corona, dr Rai telah menyelamatkan ratusan nyawa selama pandemi virus Corona.

Dokter muda itu menikah pada November 2020 lalu dan meninggalkan seorang istri yang sedang hamil dua bulan. Jenazah dr Rai dibawa ke AIIMS New Delhi untuk dilakukan postmortem.

"Ini sekali lagi menyoroti ketegangan emosional luar biasa yang dialami dokter dan petugas kesehatan saat menangani krisis COVID-19. Kematian seorang dokter muda ini tidak lain adalah pembunuhan oleh sistem yang telah menciptakan frustrasi karena fasilitas perawatan kesehatan dasar," kata Dr Ravi Wankhedkar, mantan presiden nasional Asosiasi Medis India.

Polisi setempat mengatakan dr Vivek Rai meninggal karena bunuh diri di kediamannya di Malviya Nagar.

Saat ini, pandemi di India masih mengganas, rumah sakit, kamar mayat, dan krematorium di India saat ini kewalahan, seiring negara itu telah melaporkan lebih dari 300.000 kasus baru setiap hari selama lebih dari 10 hari berturut-turut.

Banyak keluarga yang harus berjuang sendiri untuk mendapatkan obat-obatan dan oksigen untuk pasien COVID-19.

Bahkan pada hari Sabtu (1/5) lalu, India untuk pertama kalinya mencatat lebih dari 400.000 kasus baru infeksi Corona dalam waktu 24 jam terakhir. Ini merupakan rekor baru di India, dan India menjadi negara pertama di dunia yang mencatat jumlah kasus harian lebih dari 400 ribu kasus.


Sejauh ini, total jumlah kasus infeksi Corona di negeri itu telah mencapai sekitar 19,56 juta kasus, dengan jumlah kematian lebih dari 215 ribu.

Pasien Antre Tabung Oksigen Sampai 12 Jam di India


Akibat badai Corona yang belum mereda ini, banyak rumah sakit di Delhi mulai mengalami kekurangan stok oksigen. Krisis itu, akibat terus bertambahnya penderita Covid India, belum juga menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Sedikitnya 12 pasien, termasuk seorang dokter, meninggal ketika rumah sakit terkemuka di kota itu kehabisan oksigen pada hari Sabtu (01/05). Di luar rumah sakit, keluarga pasien yang tidak bisa mendapatkan tempat tidur di rumah sakit berjuang mati-matian untuk mendapatkan silinder oksigen portabel - kadang-kadang harus mengantre hingga 12 jam.

Beberapa rumah sakit besar di Delhi mengandalkan suplai oksigen harian tetapi mereka tidak mendapatkan jumlah yang cukup untuk cadangan jika terjadi keadaan darurat.(dtk)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita