7 Fakta Menggemparkan dari Kasus Takjil Sianida Nani Aprilliani

7 Fakta Menggemparkan dari Kasus Takjil Sianida Nani Aprilliani

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Polisi telah menangkap Nani Aprilliani Nurjaman (25) pelaku pengirim takjil beracun sianida yang menewaskan anak driver ojol di Bantul. 

Nani ternyata menggunakan racun kalium sianida (KCN) yang dibeli via online.

Tak hanya itu, polisi juga mengungkap Nani ternyata pernah memiliki hubungan khusus dengan target penerima paket Tomy. Tomy diketahui merupakan warga Bangunjiwa, Bantul.

Berikut 7 fakta terbaru sejauh ini dari kasus takjil sianida Neni:


1. Nani merupakan warga Majalengka yang sudah lama berdomisili di Yogyakarta
Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria mengungkap Nani merupakan pekerja swasta asal Majalengka. Nani juga diketahui sudah lama tinggal di Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul.

"Ditangkap di Potorono, di rumah dan tersangka tinggal sendiri," ujar Burkan, Senin (3/5/2021).

2. Target penerima takjil beracun bernama Tomy
Burkan mengungkap target penerima takjil bernama Tomy, warga Perumahan Villa Bukit Asri Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul. Burkan menyebut Tommy merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN).

Selain itu, Nani dan Tomy disebut pernah menjalani hubungan khusus.

"Pernah berhubungan sebelum dia (Tomy) menikah," kata Burkan.

Terpisah, Kapolresta Yogyakarta Kombes Purwadi Wahyu Anggoro mengakui Tomy merupakan anggotanya.

"Betul," tulis Purwadi kepada wartawan, saat dikonfirmasi mengenai sosok Tomy adalah anggota Polresta Yogyakarta, Senin (3/5).

3. Nani beli racun sianida via online
Polisi mengungkap racun sianida dibeli Nani Aprillia (25) via online. Racun kalium sianida (KCN) yang digunakan berjenis padat.

"Barang (kalium sianida) dipesan melalui aplikasi jual beli online dan sudah cukup lama yang membeli, sejak bulan Maret," kata Dirreskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria.

Dari riwayat pembelian kalium sianida itu, ternyata harga racun itu senilai Rp 224 ribu, dengan berat 250 gram. Burkan pun mengaku masih mendalami inspirasi Nani Aprilliani membeli dan mencampur sianida itu ke bumbu sate.

"Sianida ditaburkan ke bumbunya itu (sate), jadi sianidanya yang (jenis) padat," ujarnya.

4. Nani kirim takjl beracun gegara sakit hati Tomy nikahi wanita lain
Polisi mengungkap motif Nani mengirim takjil beracun sianida itu karena sakit hati. Nani yang sempat memiliki hubungan spesial dengan Tommy itu kesal karena kekasihnya itu menikahi wanita lain.

"Motifnya sakit hati, karena ternyata si target menikah dengan orang lain dan bukan dengan dirinya," terang Burkan.

5. Nani gelisah karena target sate beracun salah sasaran
Polisi menyebut Nani Aprilliani gelisah luar biasa saat mengetahui takjil sate beracun kirimannya salah sasaran. Apalagi ada seorang bocah tewas akibat takjil sate beracun kirimannya.

"Dia tidak (kabur), padahal dia gelisah luar biasa karena kenapa harus ada korban lain," terang Burkan.


Nani juga mengaku menyesali perbuatannya. Selama pemeriksaan, Nani juga disebut selalu gelisah.

"Dia (Nani) mengaku menyesal karena salah sasaran dan kejadian itu viral di media," katanya.

"Tersangka ini introvert dan gelisahnya luar biasa saat dimintai keterangan," lanjut Burkan.

6. Nani terancam hukuman mati
Polisi menyebut Nani sudah merencanakan aksinya membubuhkan racun pada takjil sate yang akan dikirimkannya kepada Tomy. Akibatnya Nani bakal dijerat dengan pembunuhan berencana dan terancam pidana mati.

"Maka dari itu peristiwa ini tersangka dikenakan pasal 340 (KUHP tentang pembunuhan berencana). Untuk ancaman hukumannya seumur hidup atau hukuman mati dan paling lama penjara 20 tahun," kata Burkan.

Dugaan perencanaan ini, kata Burkan, karena Nani telah membeli sianida secara online beberapa waktu lalu. Terlebih, Nani yang sehari-hari berpenampilan berbeda saat menemui driver ojol untuk meminta tolong mengantarkan takjil sianida tersebut.

"Kemudian dia menggunakan jaket warna krem saat bertemu ojol tapi dibuang tersangka dan ini masih kami cari. Terus dia berganti motor dengan temannya, berjilbab padahal dia tidak pernah pakai jilbab. Karena itu ini sudah direncanakan," imbuhnya.

Tak hanya itu, Nani juga meminjam motor milik temannya saat mengirimkan order paket takjil beracun sianida itu. "Motor yang diajak tukeran itu punya temannya tersangka," katanya.

7. Ada sosok pria yang anjurkan Nani kirim takjil beracun
Polisi mengungkap fakta lain dari kasus takjil beracun sianida yang menewaskan seorang bocah anak ojek online (ojol) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ternyata aksi Nani merupakan anjuran dari salah seorang pelanggan salon tempatnya bekerja berinisial R.

"Kemudian ada salah satu pelanggan salon berinisial R yang suka terhadap tersangka (Nani). Tetapi tersangka tidak suka dengan R. Karena tersangka menyukai pelanggan lain T (Tomy)," ujar Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (3/5).

Meski tidak menyukai R, Nani kerap bercerita tentang masalah cintanya dengan T. R menyarankan untuk memberi pelajaran kepada T dengan memberikan Kalium Sianida yang dicampur dengan makanan yang efeknya, kata T, setelah dimakan hanya muntah dan diare.

"Akhirnya tersangka mengikuti anjuran R dengan jalan membeli KCN secara online. KCN tersebut kemudian dicampurkan di dalam bumbu sate ayam yang sudah dibeli sebelumnya oleh tersangka," ujarnya.(dtk)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita