Survei IPO: Yassona Dan Ida Paling Layak Direshuffle
logo

11 April 2021

Survei IPO: Yassona Dan Ida Paling Layak Direshuffle

Survei IPO: Yassona Dan Ida Paling Layak Direshuffle


GELORA.CO - Wacana pergantian jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju tampaknya makin hangat jadi topik pembicaraan di masyarakat. Sejumlah nama menteri yang dinilai layak untuk diganti pun mulai diapungkan sejumlah pihak.

Di antaranya adalah yang muncul melaui hasil survei Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO). Dalam hasil survei tersebut terlihat siapa saja menteri dengan kinerja paling memuaskan, juga daftar menteri dengan kinerja mengecewakan hingga layak direshuffle.

Daftar ini terungkap saat Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “Evaluasi Kabinet dan Peta Politik 2024”, Sabtu (10/4).

Dan, posisi teratas dalam daftar menteri yang paling layak diganti adalah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Disusul oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauzyiah.

“Ini kalau diasumsikan atau dikaji lebih dalam, nama-nama ini (yang dianggap layak reshuffle) sebetulnya adalah nama-nama yang berkaitan dengan program-program selama pandemi,” jelas Dedi.

Selain merilis daftar menteri yang paling layak direshuffle, IPO juga mengumumkan jajaran menteri paling populer.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto muncul sebagai menteri paling terpopuler. Diikuti Mendagri Tito Karnavian dan Menparekraf Sandiaga Uno.

Survei IPO ini melibatkan 1.200 responden dan dilakukan pada 10 Maret hingga awal April 2021. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat akurasi data 97% dan persentase eror dalam pengambilan sampel 2,5%.

Berikut daftar menteri yang dianggap layak direshuffle:

Yasonna Laoly 54,0%
Ida Fauziyah 46,0%
Zainuddin Amali 41,2%
Tjahjo Kumolo 34,0%
Johnny Plate 29,0%
Teten Masduki 28,5%
Syahrul Yasin Limpo 27,0%
Siti Nurbaya 23,8%
Airlangga Hartanto 19,3%
Arifin Tasrif 19,0%
Bintang Darmawati 15,0%
Sofyan Djalil 12,1%
Luhut Panjaitan 9,8%
Nadiem Makarim 9,7%
Muhadjir Effendy 9,1%. (RMOL)
close
Subscribe