Sepak Terjang Suheri, Pakar Torpedo yang Gugur di KRI Nanggala-402

Sepak Terjang Suheri, Pakar Torpedo yang Gugur di KRI Nanggala-402

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Sebanyak 53 awak kru KRI Nanggala-402 gugur, salah satunya seorang PNS di lingkungan TNI AL bernama Suheri. Suheri ternyata merupakan ahli senjata torpedo.

"Indonesia berduka dengan gugurnya 53 patriot terbaik bangsa penjaga kedaulatan NKRI yang tenggelam bersama kapal selam KRI Nanggala 402, termasuk seorang PNS pakar torpedo," demikian dikutip dari Instagram Resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, @Kemenpanrb, Kamis (30/4/2021).

Suheri merupakan seorang PNS di lingkungan TNI AL yang turut gugur dalam tugas latihan penembakan torpedo KRI Nanggala-402. Suheri telah menjadi PNS sejak tahun 1991.

Pria kelahiran Gresik, Jawa Timur itu terakhir menjabat sebagai Asembling-Diasembling pada Subbag Senjata Khusus Torpedo, Bagian Ujicoba di Arsenal Dissenlekal Mabesal. Suheri memiliki keahlian di bidang senjata dan amunisi pada kapal perang, khususnya torpedo, membuatnya selalu diikutsertakan dalam banyak kegiatan satgas.

Kemenpan RB mengucapkan rasa bangganya terhadap Suheri yang memiliki peran penting dalam persenjataan torpedo di setiap operasi kapal selam RI. Kemenpan RB juga menyampaikan terimakasih atas pengabdiannya mendukung pertahanan dan kedaulatan Indonesia.

"Terima kasih atas pengabdianmu untuk negeri ini, akan selalu kami kenang," imbuhnya.

Diketahui, kapal selam KRI Nanggala-402 hilang pada 21 April 2021 ketika mengikuti latihan di perairan Bali. Segala upaya dikerahkan, tapi KRI Nanggala-402 tak dapat diselamatkan.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan kapal ini tenggelam (subsunk). Dengan penuh kesedihan dan berat hati, Hadi juga mengumumkan bahwa seluruh awak KRI Nanggala-402 gugur.

Setelah itu, Presiden Jokowi menyatakan 53 prajurit TNI yang gugur dalam KRI Nanggala-402 akan diberi kenaikan pangkat. Para awak kapal selam yang gugur itu juga akan diberi tanda kehormatan Bintang Jalasena.

"Negara akan memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, serta Bintang Jasa Jalasena atas dedikasi pengabdian serta pengorbanan prajurit-prajurit terbaik tersebut," kata Jokowi dalam konferensi pers melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/4/2021).(dtk)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita