Ratusan Warga India Terinfeksi Corona Setelah Gelar Ritual Mandi Bersama di Sungai Gangga

Ratusan Warga India Terinfeksi Corona Setelah Gelar Ritual Mandi Bersama di Sungai Gangga

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Ratusan pemuja, termasuk sembilan pemuka agama senior di Haridwar, India, akhirnya positif COVID-19 setelah melangsungkan festival Kumbh Mela yang dimulai bulan ini.

Diketahui, sebagai bagian dari prosesi Kumbh Mela, warga India melakukan ritual mandi bersama di sungai Gangga. Umat Hindu di sana percaya sungai Gangga itu suci, dan berenang ke dalam air akan membersihkan mereka dari dosa dan membawa keselamatan.

Ritual itu pun dilakukan sejak Selasa (13/4), di mana ada lebih dari tiga juta umat Hindu berkerumun dan mandi di sungai suci tersebut.

Sementara India sendiri sekarang sudah mengambil alih posisi Brasil dan menempati peringkat ke-2 sebagai negara dengan tingkat infeksi tertinggi di dunia. Pada Selasa itu, India juga tembus rekor lonjakan infeksi harian tertinggi dengan angka mencapai 184.372 kasus.

Namun, di balik krisis COVID-19 tersebut, warga justru kembali melangsungkan ritual mandi bersama, setidaknya sampai Rabu (14/4) waktu setempat. Tidak jelas berapa banyak yang masih melangsungkan ritual pada Rabu kemarin. Namun, pada sore harinya, otoritas mengklaim hanya ada hampir 900 ribu orang yang mandi di sungai Gangga.

Banyak yang telah mengkritik pemerintah karena membiarkan festival itu terus berlangsung di tengah pandemi yang mengamuk. Terlebih, sebelumnya, para pakar kesehata n India sudah mewanti-wanti pemerintah untuk membatalkan Kumbh. Namun, pemerintah justru tetap melanjutkan festival yang berlangsung selama 2 bulan tersebut.

Karena festival ini juga, infeksi di kota Haridwar akhirnya benar-benar meroket. Sumber Reuters bahkan mencatat angka lonjakan kasus baru rata-rata mencapai hingga lebih dari 500 kasus. Pada Selasa misalnya, Haridwar mencatat 594 kasus baru, sehingga total kasus aktif menjadi 2.812. Sementara pada Senin dan Selasa, kasus baru mencapai hingga seribu infeksi. Sedangkan, pada bulan lalu, peningkatan infeksi hanya berkisar 23-30 kasus.

Karena lonjakan ini, hotel-hotel di sekitar kota pun kini akhirnya berubah jadi tempat isolasi untuk menampung individu yang terinfeksi. Para petugas medis juga makin disibukkan dengan tes acak COVID-19 yang ditarget 40 ribu orang per harinya.

Sementara itu, pejabat polisi berkilah bahwa mereka sudah berjuang untuk menerapkan protokol kesehatan selama festival. Di antara upaya ini termasuk memakai masker, menjaga jarak, hingga hanya mengizinkan orang dengan tes COVID-negatif untuk masuk festival. Namun, pada kenyataannya, kerumunan membludak dengan foto-foto yang menunjukkan jalanan hingga sungai Gangga yang dijejali warga tanpa protokol kesehatan.

Laporan juga menyebut bagaimana pada akhirnya, otoritas kewalahan mengurus banjiran warga yang tidak bisa menunjukkan tes negatif.

Alhasil, hampir 300 orang kini terinfeksi. Pejabat yang memimpin tes uji COVID-19 menyodorkan 110 hasil positif pada Selasa. Sementara, pada Seninnya (12/4), mereka sudah memberikan laporan jumlah pengikut festival yang positif sebanyak 184 orang.

Sejumlah tokoh masyarakat juga ikut terinfeksi. Mereka di antaranya adalah sembilan pemimpin agama, Narendra Giri yang menjabat ketua konsorsium 14 kelompok Hindu, hingga mantan menteri Uttar Pradesh, Akhilesh Yadav.

Yadav sendiri diketahui mengunjungi Haridwar pada Minggu (11/4) untuk bertemu dengan para pemuka agama, termasuk Giri.

Sementara virus corona di Haridwar makin mengamuk, India secara total telah mencatatkan jumlah infeksi dengan angka menembus lebih dari 14 juta kasus. Sedangkan, jumlah kematian menurut Worldometer adalah 173.152 kasus.[]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita