Hakim Tolak Eksepsi Dirut RS Ummi di Kasus Swab Palsu Habib Rizieq
logo

7 April 2021

Hakim Tolak Eksepsi Dirut RS Ummi di Kasus Swab Palsu Habib Rizieq

Hakim Tolak Eksepsi Dirut RS Ummi di Kasus Swab Palsu Habib Rizieq


GELORA.CO - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur menolak eksepsi atau kota keberatan Direktur Utama RS Ummi Bogor, Andi Tatat. Andi duduk sebagai terdakwa dalam kasus tes swab palsu Habib Rizieq Shihab (HRS).

"Menolak keberatan eksepsi terdakwa dan penasihat hukum terdakwa untuk seluruhnya," ucap hakim ketua Khadwanto di PN Jaktim, Jalan Dr Sumarno, Rabu (7/4/2021).

Majelis hakim kemudian memerintahkan jaksa penuntut umum (JPU) untuk menyiapkan saksi. Sidang kemudian dilanjutkan pada Rabu (14/4).

"Memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan dalam perkara atas nama terdakwa Muhammad Hanif Alatas," katanya.

Sidang hari ini beragendakan pembacaan putusan sela oleh majelis hakim. Pada sidang hari ini, majelis hakim juga menolak eksepsi Habib Rizieq, Habib Hanif Alatas dan penasihat hukumnya pada kasus swab palsu.

Andi Tatat sebelumnya didakwa telah membuat keonaran lantaran menyebarkan hoax terkait tes usap atau tes swab Habib Rizieq. Andi mengaku keberatan karena didakwa membuat keonaran.

Pembacaan surat dakwaan untuk Andi Tatat digelar di Ruang Utama Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Selasa (16/3). Seusai pembacaan dakwaan, ketua majelis hakim Khadwanto menanyakan Andi akan mengajukan keberatan atau tidak.

"Apakah Saudara (Andi Tatat) akan mengajukan sendiri eksepsi atau keberatan? Atau sepenuhnya akan diserahkan kepada tim penasihat hukum Saudara? Silakan Saudara merapat kepada tim penasihat hukum Saudara," ujar Khadwanto dalam persidangan.

Andi menyampaikan keberatan. Menurutnya, ada dua hal yang membuatnya keberatan.

"Yang pertama adalah mengenai definisi keonaran yang dimaksud dari dakwaan jaksa. Terus yang kedua, saya dilaporkan oleh Saudara Agusriansyah di Polresta Kota Bogor waktu itu dengan permasalahan penghalang-halangan. Tapi kemudian di dakwaan ini adalah menyebarkan berita kebohongan dan menyebabkan keonaran," ucap Andi.


Andi Tatat lantas mengatakan akan mengajukan eksepsi. Begitu pula tim penasihat hukumnya.


"Dan untuk mengenai eksepsi, saya membuat dan juga nanti dari tim pembela yang akan membuat. Demikian Yang Mulia," kata dia.(dtk)
close
Subscribe