Disematkan ke Aksi Teror Zakiah Aini, Apa Itu Lone Wolf?
logo

1 April 2021

Disematkan ke Aksi Teror Zakiah Aini, Apa Itu Lone Wolf?

Disematkan ke Aksi Teror Zakiah Aini, Apa Itu Lone Wolf?


GELORA.CO - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut pelaku penyerangan ke Mabes Polri, Zakiah Aini (25), adalah 'lone wolf'. Apa itu aksi teror lone wolf?

"Dari hasil profiling yang bersangkutan, yang bersangkutan adalah tersangka pelaku lone wolf yang berideologi radikal ISIS," kata Jenderal Sigit dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (31/3/2021).

Dalam arti aslinya, lone wolf adalah hewan atau orang yang menghabiskan hidupnya dengan menyendiri, bukan dengan kelompok. Hal ini merujuk pada perilaku serigala yang meninggalkan atau ditinggalkan kelompoknya.

Di dunia terorisme, lone wolf adalah seseorang yang beraksi sendirian tanpa dukungan dari organisasi terorisme. Demikian penjelasan Mark Hamm, profesor Indiana State University Amerika Serikat seperti dikutip dari dokumen perpustakaan digital Kementerian Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (Homeland Security).

Mark Hamm sendiri mempelajari tentang terorisme lone wolf di Amerika Serikat. Dia menyebut lone wolf adalah pelaku yang beraksi tanpa arahan dari suatu struktur hirarki. Lone wolf membuat rencana dan metode sendiri tanpa ada bantuan dari pihak kedua dan ketiga.

Sementara itu, Rodger A Bates dari Clayton State University Amerika Serikat menyebut aksi teroris lone wolf sulit diidentifikasi atau ditanggulangi. Ini berbeda dengan kelompok terorisme yang memiliki jaringan atau sponsor tertentu. Demikian dikutip dari tulisannya bertajuk 'Dancing With Wolves: Today's Lone Wolf Terrorists' pada tahun 2012.

Rodger A Bates menulis bahwa teroris lone wolf adalah hasil self-radicalization. Meski aksi mereka tidak berskala besar, kemunculan lone wolf dianggap semabag ancaman yang signifikan dan bisa mematikan.

Aksi teror lone wolf bukan baru pertama kali terjadi di Indonesia. Pada tahun 2015, publik digegerkan teror bom di Mal Alam Sutera. Tim gabungan Polda Metro Jaya kemudian menangkap pelaku yaitu Leopard Wisnu Kumala (29) yang ternyata tidak terkait dengan jaringan terorisme yang selalu diidentikkan dengan aksi teror bom. Tito Karnavian, yang kala itu merupakan Kapolda Metro Jaya, menyatakan pelaku merupakan lone wolf.

Pada tahun 2016, bom juga pernah meledak di halaman Mapolrestabes Medan dan mengakibatkan enam orang terluka. Polisi menyebut pelaku sebagai lone wolf.(dtk)
close
Subscribe