Di KTT ASEAN, Jokowi Minta Militer Myanmar Hentikan Kekerasan

Di KTT ASEAN, Jokowi Minta Militer Myanmar Hentikan Kekerasan

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dirinya membahas situasi di Myanmar dalam KTT ASEAN atau ASEAN Leaders' Meeting (ALM). Presiden Jokowi menegaskan segala bentuk kekerasan militer yang terjadi di Myanmar harus dihentikan dan kepentingan masyarakat Myanmar menjadi prioritas.

"Di dalam pertemuan tadi, saya menyampaikan beberapa hal. Yang pertama, perkembangan situasi di Myanmar, sesuatu yang tidak dapat diterima dan tidak boleh terus berlangsung. Kekerasan harus dihentikan. Dan demokrasi, stabilitas, dan perdamaian di Myanmar harus segera dikembalikan. Kepentingan rakyat Myanmar harus selalu menjadi prioritas," kata Jokowi dalam siaran pers di akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (24/4/2021).

Ada tiga permintaan yang disampaikan Jokowi kepada pemimpin militer Myanmar, yakni komitmen menghentikan penggunaan kekerasan. Dia berharap semua pihak mengontrol diri sehingga tidak timbul ketegangan.

"Dalam pertemuan ini saya juga menyampaikan pentingnya pemimpin militer Myanmar untuk memberikan komitmen, yaitu permintaan komitmen pertama penghentian penggunaan kekerasan dari militer Myanmar. Di saat yang sama semua pihak harus menahan diri sehingga ketegangan dapat diredakan," ujarnya.

Selain itu, Jokowi meminta agar dialog inklusif dimulai dan tahanan politik dibebaskan. Untuk mendorong dialog dengan semua pihak di Myanmar, Jokowi menyarankan agar dibentuk special invoice ASEAN oleh Sekjen dan Ketua ASEAN.

"Permintaan komitmen kedua proses dialog yang inklusif harus dimulai, tahanan politik harus segera dilepaskan dan perlu dibentuk special invoice ASEAN, yaitu Sekjen dan Ketua ASEAN, untuk mendorong dialog dengan semua pihak di Myanmar," ucapnya.

Permintaan terakhir Jokowi untuk Myanmar adalah dibukanya akses bantuan kemanusiaan di sana. Indonesia, kata Jokowi, terus berkomitmen dan mengupayakan agar krisis politik yang terjadi di Myanmar segera teratasi.

"Permintaan komitmen ketiga pembukaan akses bantuan kemanusiaan dari ASEAN yang dikoordinir oleh Sekjen ASEAN bersama dengan AH Center. Dan Indonesia berkomitmen untuk mengawal terus tidak lanjut tersebut agar krisis politik di Myanmar dapat segera diatasi," tuturnya.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan semua pernyataan Indonesia itu juga sejalan dengan para pemimpin ASEAN. Para pemimpin ASEAN juga telah menyepakati lima butir kesepakatan, yang isinya sama dengan pernyataan yang disampaikan Jokowi.

"Kita bersyukur bahwa apa yang disampaikan oleh Indonesia ternyata sejalan dengan yang disampaikan oleh para pemimpin ASEAN, sehingga dapat dikatakan para pemimpin ASEAN telah mencapai konsensus. Sekjen ASEAN telah menyampaikan lima butir konsensus yang nanti akan disampaikan oleh Ketua atau Sekjen ASEAN. Isi konsensus isinya kurang-lebih sama dengan apa yang tadi saya sampaikan dalam pernyataan nasional yang telah saya sebutkan tadi," pungkasnya. []
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita