Di Balik Insiden Wakapolsek Digrebek di Rumah Istri Orang, Pak RT Cerita Kesedihan Anak
logo

17 April 2021

Di Balik Insiden Wakapolsek Digrebek di Rumah Istri Orang, Pak RT Cerita Kesedihan Anak

Di Balik Insiden Wakapolsek Digrebek di Rumah Istri Orang, Pak RT Cerita Kesedihan Anak


GELORA.CO - Sebuah kisah pilu terjadi, imbas dari insiden warga menggerebek Wakapolsek Juwiring di rumah wanita bersuami di Desa Jetis, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.

Anak dari si wanita, begitu hancur hatinya melihat lelaki lain yakni Wakapolsek Juwiring bersama ibunya di rumah malam-malam.

Hal itu disampaikan Ketua RT setempat, Heru Susanto.

Ia mengatakan, saat itu anak perempuan dari wanita itu marah besar mengetahui ada peristiwa itu.

"Setelah kami mengetahui (kejadian) tersebut, kami memanggil kedua belah pihak untuk bertemu, anak dari wanita marah besar," ucap Heru.

Heru mengisahkan, sang anak tersebut akhirnya menjadi emosional dalam pertemuan itu.

Seakan tak bisa lagi memendam marahnya, ia membanting barang ke meja kaca di rumahnya.

Heru dan warga lainnya sampai menenangkannya.

"Saat itu, juga tak segan meluapkan amarahnya kepada polisi tersebut, saking emosinya," ujarnya.

Pasca digerebek warga Desa Jetis, Kecamatan Juwiring, kondisi rumah ibu rumah tangga (IRT) tersebut sepi bak ditinggalkan penghuninya.

Berdasarkan pantauan TribunSolo.com di lokasi di Kamis (15/4/2021) dan Jum'at (16/4/2021) rumah tersebut nampak sepi.

Rumah sosok yang didatangi oknum polisi berpangkat itu, cukup besar dan mewah di tengah perkampungan jika dibandingkan yang lain.

Rumah bercat krem dipadukan hitam berlantai dua dengan kondisi bagus yang terlihat asri karena banyak tanaman buah.

Halaman di samping rumahnya juga besar dengan dilengkapi pagar rumah.

Pintu dan jendela rumah tersebut pun tertutup rapat.

Lampu didalam rumah tersebut juga tak menyala dan hanya menyisakan lampu teras rumah yang menyala.

Tak ada aktivitas yang terlihat di dalam rumah tersebut.

Sepi bak ditinggalkan para penghuninya.

Menurut warga sekitar yang tidak mau disebutkan identitasnya sejak kejadian tersebut, rumah tersebut jarang buka.

"Tutup terus sejak kejadian penggrebekan Sabtu (10/4/2021) malam lalu," akunya. []

Video:



close
Subscribe