Saksi: Bonceng Anak, Terduga Ter*ris Disergap hingga Jatuh
logo

20 Maret 2021

Saksi: Bonceng Anak, Terduga Ter*ris Disergap hingga Jatuh

Saksi: Bonceng Anak, Terduga Ter*ris Disergap hingga Jatuh


GELORA.CO - Penangkapan sejumlah terduga teroris di Deliserdang, Sumatra Utara, sempat menimbulkan kesalahpahaman warga. Personel Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri dikira sebagai tukang tagih utang alias debt collector yang menyergap sasaran saat membonceng anak dengan sepeda motor.

Sebelumnya, aparat menangkap terduga teroris bernama S alias T di Komplek Graha Deli Permai Blok A17 Nomor 15, Desa Delitua, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (19/3).

Agus Setiawan (50) salah seorang saksi mata mengaku setelah Salat Subuh di Masjid Al-Ikhwan, ia bersama tiga temannya bermaksud pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Tiba-tiba, mereka melihat sejumlah orang mengadang Sujarwo yang tengah naik sepeda motor membonceng putranya.

"Saat itu sekitar pukul 05.30 WIB setelah Salat Subuh, kami lihat Sujarwo dihadang beberapa orang. Sujarwo naik motor pulang dari masjid dengan anaknya yang masih SD," kata Agus yang merupakan pengurus Masjid Al-Ikhwan.

Agus sempat mengira Sujarwo disetop debt collector. Ia pun berusaha membantu Sujarwo. Namun, salah seorang pria yang menghadang Sujarwo mengaku kalau mereka dari Polda Sumut.

"Saya sempat was-was. Enggak menyangka juga, saya kira itu debt collector. Saya lihat Sujarwo sempat terjatuh dari motornya karena disergap. Kemudian Sujarwo melawan petugas itu. Saat saya datangi, salah satunya mengaku dari Polda Sumut," jelasnya.

Barulah Agus menyadari bahwa di sekitar rumah Sujarwo sedikitnya empat mobil yang sudah menunggu. Selain itu ada beberapa petugas berjaga tak jauh dari rumah Sujarwo meski tak terlihat membawa senjata.

"Ramai petugasnya. Ternyata dari gang belakang ada standby empat mobil. Saya lihat Sujarwo sempat melawan sebentar, lalu dibawa masuk ke mobil. Anaknya yang masih SD saat dipegang petugas juga ikut melawan. Kemudian anaknya saya bawa masuk ke rumah mereka," sebutnya.

Setelah penyergapan itu, petugas masuk ke rumah Sujarwo. Dari rumah bercat biru muda tersebut petugas membawa beberapa buku, kotak besar, dan beberapa anak panah.

"Kemudian mobil tersebut membawa pergi barang-barang dari rumah Sujarwo. Selain kotak ada dibawa alat latihan lempar pisau dan panahan. Setelah itu mobil tersebut pergi membawa teman saya itu. Kalau istrinya tidak dibawa pergi, tapi sepertinya ke rumah mertua mereka yang tak jauh dari sini," urainya.

Dari penjelasan satpam komplek, katanya, empat mobil Densus 88 dan Polda Sumut itu sempat lalu lalang di sekitar rumah Sujarwo. Tak hanya itu, petugas bahkan sempat Salat Subuh di komplek tersebut.

"Saya tanya sama satpam di sini, ternyata malam itu empat mobil petugas tersebut sudah bermalam di sini. Mereka juga ikut salat di masjid," terangnya.

Agus mengaku Sujarwo tinggal di rumah itu bersama tiga anak dan istrinya berkisar delapan bulan. Sujarwo selama ini bekerja sebagai penjual keripik dengan mengunakan mobil. Selama ini, tidak ada aktivitas mencurigakan di rumah itu.

"Orangnya bagus, rajin ke masjid juga sama kayak saya. Kalau istrinya saya enggak kenal. Wajahnya saja saya enggak tahu, karena pakai cadar. Dia baru delapan bulan tinggal di rumah ini. Setahu saya tidak ada aktivitas mencurigakan di rumah dia. Sehari-harinya dia itu jualan keripik," sebutnya.

Diketahui, Densus 88 dan Polda Sumut meringkus delapan terduga teroris di Sumut antara lain dua di Tanjungbalai dan enam lainnya di Medan. Penangkapan dilakukan secara serentak tadi pagi. (*)
close
Subscribe