Jumpa Pers di Hambalang Picu Kubu Moeldoko dan Demokrat Saling Serang
logo

27 Maret 2021

Jumpa Pers di Hambalang Picu Kubu Moeldoko dan Demokrat Saling Serang

Jumpa Pers di Hambalang Picu Kubu Moeldoko dan Demokrat Saling Serang


GELORA.CO - Partai Demokrat kubu Moeldoko dan kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saling menyerang. 

Aksi saling serang ini lantaran kubu Moeldoko mengadakan konferensi pers di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Konferensi pers itu dilaksanakan pada Kamis (25/3/2021) siang, sekitar pukul 13.00 WIB. Kegiatan itu digelar di area Hambalang Sport Center yang mangkrak dengan bermodal tenda dan diiringi hujan deras saat itu.

Awalnya, kubu Moeldoko mengaku memiliki alasan tersendiri melakukan konferensi pers di lokasi tersebut. Salah satu penggagas KLB PD, Darmizal, menyampaikan Hambalang merupakan kawasan bersejarah bagi Partai Demokrat.

Dia lantas menyerang Partai Demokrat dengan mengungkit salah satu sejarah yang pernah terjadi, yakni kasus korupsi proyek Hambalang. Beberapa kader PD memang terjerat kasus tersebut.

"Terkait kegiatan, benar kita adakan di Hambalang. Kita konpers di tempat yang paling bersejarah dan penuh paradoks. Satu sisi 'katakan tidak, tapi sisi lain lakukan korupsi secara berjemaah', termasuk proyek Hambalang," katanya.

Darmizal menyebut Hambalang merupakan kisah sedih Partai Demokrat. Dia pun berharap persoalan Hambalang bisa segera diselesaikan.

"Semoga Hambalang jadi halaman berikutnya dalam penuntasan bongkar kisah sedih masa lalu tersebut," ujarnya.

Dia lantas juga menyinggung terkait kudeta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas Anas Urbaningrum dari posisi Ketua Umum PD. Dia menilai kudeta yang dipaksakan saat itu terjadi lantaran persoalan Hambalang.

"Hambalang dipilih sebagai tempat konferensi pers karena memiliki nilai sejarah bagi Partai Demokrat. Melalui Hambalang inilah SBY pertama kali mengkudeta Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Karena kudeta melalui cara politik gagal, SBY melakukan kudeta melalui cara hukum yang sangat terkesan dipaksakan," tuturnya.

Serangan juga datang dari penggagas KLB lainnya yang juga mantan kader senior Partai Demokrat, yakni Max Sopacua. Max menjelaskan alasan konferensi pers digelar di Hambalang untuk menunjukkan kasus inilah yang merontokkan Partai Demokrat.

"Kenapa Pak Darmizal, Pak Rahmad, dan kawan-kawan menetapkan konferensi persnya di Hambalang. Ini persoalannya, kalau konferensi pers biasa kita di restoran Dapur Sunda saja. Kalau nggak, di dapur makanan Ambon kita bisa bikin," kata Max Sopacua.

"Tetapi kenapa kita bikin di sini, substansinya harus Anda catat. Tempat inilah, proyek inilah, bagian salah satu yang merontokkan elektabilitas Demokrat pada ketika peristiwa-peristiwa itu terjadi. Dan yang paling penting, sebagian besar dari kawan-kawan kami yang terlibat sudah menderita, sudah dimasukkan ke tempat-tempat yang harus mereka masuk karena kesalahan," lanjutnya.

Max Sopacua kemudian mengungkit soal mereka yang belum tersentuh hukum dalam kasus Hambalang.

"Tetapi ada yang tidak tersentuh hukum yang juga menikmati hasil dari sini, sampai hari ini belum. Mudah-mudahan segera ya," ujarnya.(dtk)
close
Subscribe