JK: Saya Yakin Pak Jokowi Tidak Mau Melibatkan Diri, Ini Cuma Perbuatan Moeldoko

JK: Saya Yakin Pak Jokowi Tidak Mau Melibatkan Diri, Ini Cuma Perbuatan Moeldoko

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menemui mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (14/3).

AHY didampingi sejumlah petinggi partai Demokrat. Mereka meminta pentunjuk dan pandangan dari JK terkait pencapolkan Partai Demokrat oleh Moeldoko dkk.

Dalam pertemuan tersebut, JK memberikan nasihat kepada AHY agar tetap bersabar. JK yakin masalah di tubuh Partai Demokrat akan selesai.

Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution yang ikut hadir dalam pertemuan itu mengisahkan bahwa JK sudah menganggap AHY seperti anaknya sendiri.

JK, sambung Syahrial, juga menyampaikan keheranan atas apa yang menimpa Partai Demokrat.

Menurut JK, sepanjang pengalamannya dalam menemui sejumlah perpecahan di tubuh parpol, baru kali ini ada cara-cara kasar terjadi dengan melibatkan orang luar partai.

“Sangat ambisius dan menjabat di pemerintahan,” kata Syahrial Nasution kepada wartawan, Senin (15/3).

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam, JK menceritakan konflik internal yang pernah dialami PKB, Golkar, dan PPP.

Menurutnya, tidak ada satu pun melibatkan orang luar partai. Sehingga relatif mudah mencari jalan keluarnya.

Namun demikian, keterlibatan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai orang luar partai, menjadikan perpecahan sulit dikendalikan.

Terlepas dari itu, JK memastikan bahwa Presiden Joko Widodo tidak ikut cawe-cawe dalam aksi Moeldoko.

“Saya yakin Pak Presiden Jokowi tidak mau melibatkan diri. Ini cuma perbuatan Moeldoko. Saya minta Mas Agus (AHY) banyak bersabar, karena insya Allah akan selesai dengan baik,” kata Syahrial menirukan ucapan JK.

JK juga memastikan bahwa tokoh-tokoh bangsa negeri ini, seperti Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tidak akan rela jika demokrasi bangsa dirusak. Semuanya saling membantu dan punya perhatian besar terhadap proses yang terjadi.

“Seperti komitmen saya dengan Pak SBY. Sewaktu 2009 kami berdua berjanji, apa pun yang terjadi dengan bangsa ini ke depan, apabila ada masalah maka kita akan saling bantu. Begitu pun saya dengan Ibu Mega. Itu saja komitmen kami,” kata JK seperti dituturkan Syahrial.[psid]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita