Berdasar dari Potongan Tangan, Pelaku Ledakan di Makassar Diduga Seorang Perempuan

Berdasar dari Potongan Tangan, Pelaku Ledakan di Makassar Diduga Seorang Perempuan

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Salah seorang saksi mata insiden ledakan di Geraja Katedral Makassar memberikan keterangan terkait sosok pelaku terduga bom bunuh diri pada Minggu, 28 Maret 2021.

Seorang saksi mata bernama Saele yang berada sekitar 50 meter dari titik ledakan di Gereja Katedral Makassar itu menduga pelaku adalah seorang perempuan.

Dugaan tersebut, kata Saele, berdasarkan penglihatannya pada potongan tubuh berupa lengan tangan dan jari yang didapati tidak jauh dari tempatnya berada.

Selain itu, dugaan dia bahwa pelaku merupakan seorang merupakan setelah dirinya membandingkan tangan tersebut dengan tangan laki-laki sangat berbeda.

"Saya tidak bisa tahu pasti jenis kelamin pelakunya. Akan tetapi, dari potongan tangannya, pergelangan tangannya, dan jari-jarinya itu putih dan kecil, sepertinya perempuan."

"Saya juga bandingkan dengan tangan laki-laki, seperti tangan saya, itu sangat berbeda," ujar Saele dikutip dari Antara.

Kemudian, Saele juga melihat langsung potongan tubuh lainnya, seperti potongan tempurung kepala tepat jatuh di samping motor yang kendarainya.

"Kami panik, lalu berhenti setelah kejadian itu. Saya lihat ada seseorang yang sedang olahraga lari yang sepertinya dia adalah petugas kepolisian langsung menelepon dan menyebut 'ini bom bunuh diri'. Warga pun berdatangan menuju asal suara ledakan," ujarnya.

Saele bersama istri berkendara dari arah Jalan Ahmad Yani setelah melakukan terapi air laut di pantai depan Benteng Roterdam Makassar.

Imbas dirinya dalam kondisi kurang sehat, kata Saele, motor tersebut dikendarai langsung sang istri.

Seandainya motor kami melaju lebih cepat, kemungkinan kami juga terkena ledakan bom. Kami panik karena lihat potongan tubuh berserakan di mana-mana," katanya yang berada langsung di TKP.

Saat itu, Saele dan istri melihat masih sedikit anggota jemaat keluar dari gereja, atau lebih banyak yang masih di dalam ruangan.

"Jadi, ada beberapa anggota jemaah sudah selesai ibadahnya dan sebagian masih ada di dalam. Saya lihat warga yang penuh darah di celananya," ucapnya.***
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita