Aksi Protes Kampus Berlanjut, Polisi Turki Kembali Menahan 50 Orang

Aksi Protes Kampus Berlanjut, Polisi Turki Kembali Menahan 50 Orang

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Polisi Turki menahan lagi puluhan orang yang berkumpul di luar gedung pengadilan pada Jumat (26/3). Puluhan orang itu melakukan aksi demo untuk menunjukkan dukungannya terhadap 12 siswa yang ditahan karena mengibarkan bendera pelangi, menurut laporan berita Turki.

Penahanan itu dilakukan di tengah meningkatnya intoleransi pemerintah terhadap komunitas LGBT selama beberapa bulan belakangan.

Pada Jumat (26/3) sekitar 50 orang  pengunjuk rasa berdemonstrasi di luar gedung pengadilan pusat kota Caglayan untuk mendukung sekitar 12 siswa (sumber lain menyebutkan 20 mahasiswa) yang ditahan pada Kamis di kampus Universitas Bogazici.

Rekaman video menunjukkan polisi anti huru hara menyeret pengunjuk rasa ke bus polisi setelah pertempuran kecil. Para siswa terdengar meneriakkan slogan-slogan, 'Tekanan tidak akan membuat kami menyerah', seperti dikutip dari AP.

Mahasiswa Universitas Bogazici Istanbul yang tersohor telah berdemonstrasi secara teratur sejak Januari lalu menentang penunjukan rektor baru oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan yang memiliki hubungan dengan partai yang berkuasa di Turki. Polisi dan pengunjuk rasa telah bentrok beberapa kali.

Protes di Bogazici dimulai pada awal Januari dan menyebar sebentar di Istanbul dan kota-kota lain pada Februari, yang menyebabkan penahanan 600 orang dan beberapa bentrokan dengan polisi.

Ke-12 siswa tersebut ditahan pada Kamis setelah mereka mengibarkan bendera gerakan hak LGBT selama protes. Mereka mengecam penunjukan rektor serta keputusan Erdogan untuk menarik Turki keluar dari pakta Eropa yang bertujuan melindungi perempuan dari kekerasan. Pejabat pemerintah berpendapat bahwa Konvensi Istanbul "menormalkan homoseksualitas".

Ketika pejabat pengadilan menanyai para siswa pada hari Jumat, polisi menahan sekitar 50 pendukung mereka di luar gedung pengadilan, surat kabar harian berhaluan kiri Evrensel dan outlet media Turki lainnya melaporkan.

Ke-12 siswa tersebut kemudian dibebaskan dengan syarat mereka melapor secara teratur kepada pihak berwenang.(RMOL)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita