Ternyata, Pelapor Novel Baswedan Pernah Menipu Seorang Perempuan
logo

13 Februari 2021

Ternyata, Pelapor Novel Baswedan Pernah Menipu Seorang Perempuan

Ternyata, Pelapor Novel Baswedan Pernah Menipu Seorang Perempuan


GELORA.CO - Joko Proyiski, Wakil Ketua Umum DPP Pelajar dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK) orang yang melaporkan penyidik senior KPK Novel Baswedan ternyata pernah melakukan penipuan terhadap salah seorang permpuan.

Adalah Raden Ajeng Nur Leily yang menjadi koban penipuan Joko Priyoski. Kepada Kantor Berita Politik RMOL, Ajeng menceritakan awal mula ia ditipu oleh Jojo, sapaan akrab Joko Priyoski, yang sebelumnya ia mengunggah penipuan Joko di akun Facebook miliknya.

"Saya kenal Jojo awal itu di Depok di basecamp-nya kawan. Jojo bersama istrinya namanya Rina itu awal pertama kita kenal. Lalu kita ketemu lagi di Kelapa Gading rukonya Garda Nusantara pimpinan Ari tarigan (teman Joko Priyoski)," kata Ajeng saat dihubungi, Sabtu malam (13/2).

Setelah bertemu di Kelapa Gading, terang Ajeng, ia sempat bertemu lagi dengan Joko bersama istrinya. Saat itu, terang Ajeng, ia bertemu untuk transaksi kosmetik.

"Setelah itu kami loss contact. Tiba-tiba tahun 2019 dia contact saya menanyakan kabar yang intinya (dia mengabarkan) mamanya masuk RS Pertamina Kebayoran Baru. Dari situ dia pinjam uang saya awal nya 100,000 buat makan," ungkap Ajeng.

Dari pinjam uang seratus ribu, Jojo kemudian terus menerus meminjam uang Ajeng. Dengan alasan keperluan beragam, mulai dari membeli pampers bayi hingga mengurus surat-surat tanah orang tua. Bahkan motor Ajeng sempat digadaikan oleh Joko.

"Total itu kurang lebih 13 jutaan sama tebus motor yang dia gadai yang janji hanya 1 minggu dia akan tebus motor tapi tidak ditebus-tebus sampai akhirnya itu motor ke pihak ke 3 dan akhirnya ditebus sama adik saya," beber Ajeng.

Ajeng mengaku memiliki bukti-bukti terkait tindak penipuan Joko, bahkan karena tidak beritikad baik, ia berencana melaporkan Joko ke pihak Kepolisian.

Sebelumnya, Joko Priyoski mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Novel Baswedan yang dianggap telah memprovokasi atas cuitannya di Twitter. Saat itu, Novel mengkritik terkait meninggalnya Ustaz Maaher. (*)