Soal 'Pak Ganjar' Dipolitisasi, Tokoh Papua: Kader Partai Bocah, di Otaknya Hanya Ada Radikal & Intoleran
logo

10 Februari 2021

Soal 'Pak Ganjar' Dipolitisasi, Tokoh Papua: Kader Partai Bocah, di Otaknya Hanya Ada Radikal & Intoleran

Soal 'Pak Ganjar' Dipolitisasi, Tokoh Papua: Kader Partai Bocah, di Otaknya Hanya Ada Radikal & Intoleran


GELORA.CO -  Politikus asal Papua, Christ Wamea geram karena buku soal 'Pak Ganjar Tak Pernah Salat' dijadikan bahan politik. Soal ini sebelumnya dihubungkan kepada Ganjar Pranowo yang merupakan Gubernur Jateng.

Ketua DPP PSI Tsamara Amany ikut berkomentar mengenai soal 'Pak Ganjar yang tak pernah salat' tersebut. Dia menyebut bahwa soal itu sengaja dibuat untuk menjatuhkan lawan politik.

"Salut dengan respons Pak @ganjarpranowo yang rileks. Fitnah & serangan semacam ini begitu murahan. Bisa-bisanya menggunakan buku pelajaran sebagai upaya menjatuhkan lawan politik," tulis Tsamara, Rabu (9/2/2021).

Menanggapi hal tersebut, Christ Wamea pun menjelaskan bahwa buku yang berisi soal 'Pak Ganjar tidak pernah salat' tersebut adalah terbitan tahun 2009, sebelum Ganjar Pranowo jadi Gubernur.

Christ heran mengapa ada kader partai yang membawa soal tersebut ke politik. Padahal, kata dia, ada ribuan nama Ganjar di Indonesia.

"Soal 'Ganjar Tidak Pernah Sholat', Penerbit: Itu Cetakan thn 2009, Pak Ganjar Pranowo blm jd gub. Jateng. Kader partai bocah2 ngamuk dgn drama pak Ganjar Pranowo kader PDIP difitnah.  Padahal ada ribuan nama Ganjar di Indonesia. Ini akibat dr diotak hy ada radikal & intoleransi," kata Christ Wamea melalui akun Twitter-nya, Rabu (10/2/2021).