Moeldoko Ingin Jadi Ketum PD dan Presiden, Beathor Suryadi: Mungkin SBY Masih Ragu Kualitas AHY
logo

6 Februari 2021

Moeldoko Ingin Jadi Ketum PD dan Presiden, Beathor Suryadi: Mungkin SBY Masih Ragu Kualitas AHY

Moeldoko Ingin Jadi Ketum PD dan Presiden, Beathor Suryadi: Mungkin SBY Masih Ragu Kualitas AHY


GELORA.CO - Membaca dan mendengar gonjang-ganjing Istana bahwa Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko ingin jadi Presiden 2024 dengan kendaran Partai Demokrat, adalah hal yang wajar dan pantas.

Begitu pandangan mantan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP, Bambang "Beathor" Suryadi dalam keternagan tertulis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (6/2).

"Sebagai lulusan terbaik Akabri 1981 Adhi Makayasa dan mencapai puncak Panglima TNI, tentu melalui asam garamnya pengalaman, pengetahuan tentang berbagai hal, dibanding AHY yang sebatas Mayor TNI," ujar Beathor Suryadi.

"Ditambah lagi Mas Moeldoko ikut kuliah ilmu manajeman konflik, dan meraih doktor S3," sambung dia.

Penilaian Beathor Suryadi, dia yang pernah ikut di KSP di bawah kepemimpinan Moeldoko selama dua tahun lebih, mantan Panglima TNI itu tampak melakukan trobosan-terobosan, gagasan dan kegiatan yang positif selama di KSP.

"Jadi wajar jika kader Demokrat memilih beliau untuk dimajukan sebagai ketua umum, dan bahkan mengusungnya menjadi calon presiden, dan tentunya membanggakan kader dan simpatisan," terang politisi PDI Perjuangan itu.

Menurut Beathor Suryadi, kedekatan Moeldoko dengan SBY tentunya mempunyai cerita dan khas tersendiri. Kenapa SBY memilihnya untuk menjadi Panglima TNI di antara perwira tinggi yang ada pada waktu itu.

Begitu pula, lanjut dia, kenapa SBY menitipkan Moeldoko kepada Presiden Joko Widodo untuk posisi kepala KSP, setelah kunjungan SBY ke Istana.

Dalam penjelasan Moeldoko, inisiatif pertemuan dilakukan oleh para kader Demokrat. Jelas Beathor Suryadi, hal itu seperti halnya Moeldoko jadi Panglima TNI adalah inisiatif SBY.

"Mungkin SBY masih ragu dengan kualitas AHY untuk dimajukan sebagai Presiden RI yang saat ini tantangannya semakin berat," imbuhnya.

Beathor Suryadi sendiri juga masih meragukan sosok AHY.

"Apa iya selevel Mayor ditawarkan sebagai Presiden, level Gubernur pun ditolak warga DKI yang hanya lima wilayah walikota dan satu kabupaten," ucap dia.

Kemudian, Beathor Suryadi mencoba membandingkan AHY dengan sang ayah SBY.

"SBY sebelum jadi Presiden, pernah di DPR RI, pernah menteri, itu adalah bekal politik nasionalnya. Di karir militer pernah SosPol, Kasdam dan Pangdam," tuturnya.

"Apa jadinya negeri ini jika Presiden-nya minim pengetahuan dan pengalaman politik," demikian Beathor Suryadi menutup pernyataannya. []