Fraksi PKS: Panggung Anies Kian Terbuka Jika Pilkada DKI Tahun 2024
logo

18 Februari 2021

Fraksi PKS: Panggung Anies Kian Terbuka Jika Pilkada DKI Tahun 2024

Fraksi PKS: Panggung Anies Kian Terbuka Jika Pilkada DKI Tahun 2024


GELORA.CO - Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi menilai jika pemilihan kepala daerah atau Pilkada digelar tahun 2024 maka panggung politik Gubernur Anies Baswedan untuk mencalonkan diri ke pemilihan presiden semakin terbuka.

Suhaimi mengatakan setelah habis masa jabatan pada tahun 2022, Anies dapat berkeliling Indonesia untuk mensosialisasikan diri manakala berencana maju dalam pemilihan RI 1.

“Dua tahun dia bisa berkarya di mana saja kan. Semakin kokoh kira-kira,” kata Suhaimi di DPRD DKI pada Selasa, 16 Februari 2021.

Suhaimi mengatakan, di saat sudah tak menjabat sebagai Gubernur DKI nanti Anies punya keleluasaan untuk berkeliling Indonesia. Berbeda dengan saat ini di mana dia memiliki tanggung jawab di Ibu Kota sebagai wilayah kekuasaannya.

Analisisnya itu, kata Suhaimi, berlaku jika Anies maju dalam pilpres. Namun, ada kemungkinan juga Anies tetap ingin berada di DKI dan mencalonkan diri pada Pilkada 2024 yakni Pilkada DKI.

“Kan itu pilihannya masih memungkinkan untuk Pak Anies mau Gubernur saja atau ke (pemilihan) presiden. Nanti kita lihat,” ucap dia.

Sebelumnya, sejumlah pengamat mengatakan jika pilkada digelar tahun 2024, Anies akan kehilangan panggung politik untuk menuju pilpres. Salah satunya adalah Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno.

“Kalau 2022 atau 2023 kalau tidak ada pilkada, yang jadi korban politik, dalam tanda kutip, adalah kepala daerah yang selama ini selalu dikaitkan dengan pilpres, Anies, Ridwan Kamil, Ganjar. Mereka akan jadi korban dari sebuah regulasi yang tidak terlampau menguntungkan," kata Adi kepada Tempo, Rabu, 27 Januari 2021.

Adi mengatakan Anies, Ridwan Kamil, dan Ganjar akan sulit maju di Pilpres 2024 jika mereka tak lagi menjabat gubernur.

Masa jabatan Anies Baswedan akan berakhir 2022, sedangkan masa jabatan Ganjar dan Ridwan Kamil selesai 2023. Jika Pilkada 2024, mereka akan kehilangan momentum dan pengaruh karena tak lagi memiliki panggung politik. []