Dicecar JK soal ILC Bubar, Karni Ilyas Ngaku Bukan karena Takut dan Singgung Para Petinggi
logo

16 Februari 2021

Dicecar JK soal ILC Bubar, Karni Ilyas Ngaku Bukan karena Takut dan Singgung Para Petinggi

Dicecar JK soal ILC Bubar, Karni Ilyas Ngaku Bukan karena Takut dan Singgung Para Petinggi


GELORA.CO - Mantan presenter Indonesia Lawyers Club (ILC) Karni Ilyas enggan mengungkap terang-terangan alasan acara yang dipandunya itu bubar.

Hal itu terungkap dalam tayangan HUT ke-13 TvOne, Senin (15/2/2021).

Diketahui acara talkshow tersebut berhenti tayang sejak Desember 2020.

Hal itu kemudian ditanyakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Karni Ilyas memilih tidak banyak berkomentar tentang hal itu.

"Pertanyaan ini bukan hanya berat, pertanyaan ini yang selalu saya hindari di mana-mana," kata Karni Ilyas mengakui.

Ia menyebut banyak yang menodongnya dengan pertanyaan ini.

Namun, ia memilih tidak menjawab, hanya menjelaskan dengan sederhana.

"Kepada banyak orang itu jawaban saya sederhana sekali. Tidak semua yang saya tahu bisa saya katakan. Tidak semua yang saya alami bisa saya ceritakan," papar Karni.

Jusuf Kalla tampak belum puas dengan jawaban Karni.

"Berarti ada rahasia di sini," potong Jusuf Kalla.

Karni Ilyas terbahak mendengar balasan itu karena dirinya memilih bungkam.

Ia lalu menjelaskan dirinya bukan satu-satunya petinggi di TvOne.

"Gambaran saja mungkin. ILC itu adanya di media formal TvOne," terang Karni.

"Di TvOne memang saya salah satu pemred (pemimpin redaksi) dan direksi. Tapi di perusahaan itu ada dewan direksi, ada dewan komisaris," lanjut jurnalis senior ini.

Oleh karena itu ia tidak dapat mengambil keputusan sendiri dengan mengabaikan keinginan direksi yang lain.

Di atas dirinya pun ada jabatan yang lebih tinggi.

"Di atas direksi ada lagi komisaris," singgung Karni.

Ia mengaku banyak yang menduga dirinya takut diperkarakan sehingga tidak melanjutkan ILC.

Namun Karni segera membantah hal ini.

"Tapi semua orang mikirnya enggak ada ILC (karena) Karni Ilyas takut. Saya bilang, salah persepsi lagi. Saya diam saja," ungkap jurnalis 68 tahun tersebut.

"Jawabannya yang tadi itu, bahwa semua yang saya tahu tidak bisa disampaikan. Tidak semua yang saya alami bisa saya ceritakan," tambah Karni. []