Cerita Cinta Sehidup Semati Pasutri Bojonegoro yang Meninggal Beda 3 Jam
logo

6 Februari 2021

Cerita Cinta Sehidup Semati Pasutri Bojonegoro yang Meninggal Beda 3 Jam

Cerita Cinta Sehidup Semati Pasutri Bojonegoro yang Meninggal Beda 3 Jam


GELORA.CO -Cinta sehidup semati dibuktikan oleh pasangan suami istri di Bojonegoro. Sang istri meninggal, menyusul sang suami meninggal kurang dari 3 jam kemudian.

Sang suami turut menghadap sang khalik saat membaca surat Yasin di depan jenazah almarhumah istri tercinta.

Peristiwa mengharukan ini terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro pada Jumat (5/2). Warga desa setempat dikagetkan dengan kabar kematian Hj Ummi munawaroh dan H Fatkhan Sibyan yang hanya berselang tiga jam.

"Bu haji Ummi Munawaroh menghadap sang ilahi pukul 01.30 WIB. Sedangkan suaminya Haji Fathkan, sekitar jam 4.15 WIB subuh. Habis baca surat Yasin di depan jenazah istrinya," ujar Budi, tetangga pasutri tersebut kepada detikcom. Sabtu ( 6/2/2021).

Dituturkan Budi, sebelum meninggal, Ummi Munawaroh dikabarkan sakit beberapa hari sebelumnya. Namun sang suami dalam kondisi sehat.

"Bu kaji kabarnya sakit ya kayak masuk angin beberapa hari itu, jaketan terus di rumah. Kalau pak haji sehat. Tapi memang keluarga banyak yang bilang semasa hidup beliau, pak haji pokoknya ingin meninggal bersama istri di Mekkah pada hari Jumat pahing. Kayak nazar gitu," imbuh Budi.

Pasutri yang belum dikarunia anak ini membuka usaha toko konveksi Al Ihsan yang tak jauh dari rumahnya di Jalan Gajahmada, Bojonegoro. Meski belum dikaruniai keturunan, pasutri ini selalu ceria mengarungi bahtera kehidupan mereka.

Mereka selalu bersama baik dalam ibadah dan bekerja. Para tetangga tak jarang selalu melihat pasutri ini setiap hari selalu berangkat berdua ke masjid.

Dan dalam urusan bersosial dengan masyarakat, keluarga Haji Fathan terkenal sebagai orang yang dermawan. Bahkan sebelum mereka dipanggil menghadap sang kuasa, beberapa waktu lalu mereka telah mendirikan dua masjid di Desa Campurejo dan Ngunut yang diberi nama masjid Al Ichsan.

Meninggalnya pasutri ini membuat keluarga dan warga di Sukorejo merasa kehilangan. Penguburan kedua jenazah pasutri tersebut akhirnya dilakukan dalam satu liang lahat. Ratusan warga turut dalam mengantarkan keduanya ke peristirahatan terakhir di makam Islam desa setempat.(dtk)