Bukan Hanya Disemprot Pasha Ungu, Personil Nidji Bongkar 'Aib' Giring Sebelum Keluar dari Band
logo

23 Februari 2021

Bukan Hanya Disemprot Pasha Ungu, Personil Nidji Bongkar 'Aib' Giring Sebelum Keluar dari Band

Bukan Hanya Disemprot Pasha Ungu, Personil Nidji Bongkar 'Aib' Giring Sebelum Keluar dari Band


GELORA.CO - Dua musisi yang kita beralih menjadi politikus, Giring Ganesha dan Pasha terlibat dalam sebuah perdebatan sengit di media sosial.

Pasha menyebut penilaian Giring terhadap kapabilitas Anies Baswedan yang dianggap tidak mampu mengelola Jakarta dari masalah banjir terlalu naif dan kerdil.

Sebelumnya Giring menilai dalam unggahannya bahwa Anies Baswedan dianggapnya tidak serius mengatasi persoalan banjir.

"Mas Gubernur @aniesbaswedan jangan cuma melempar kesalahan pada curah hujan dan banjir kiriman. Pada banjir kemarin, status pintu air di Bogor dan Depok normal. Artinya banjir terjadi karena Mas Gubernur Anies tidak punya rencana dan cara yang jelas untuk mengatasinya," ungkap Giring melalui unggahan Instagram, Senin (22/2/2021).

Selama tiga tahun terakhir, lanjut Giring, Anies disebut tidak pernah serius mengatasi banjir dan menyebut Anies terbukti tidak punya kapabilitas mengelola Jakarta.

"Naturalisasi sungai yang selalu digembar-gemborkan Mas Anies terbukti cuma konsep di atas kertas, tidak dikerjakan di lapangan sementara normalisasi sungai dihapuskan."

"Selain itu, menjelang musim hujan, tidak terlihat ada upaya untuk mengeruk sungai, membersihkan saluran air, dan mengecek pompa," ungkapnya.

"Anggaran Jakarta diboroskan untuk hal-hal tak perlu. Lihat saja, untuk pembayaran uang muka Formula E, mempercantik JPO, atau mengecat genting-genting rumah warga.

Dari sini, Gubernur Anies terlihat tidak mampu menyusun prioritas. Kebutuhan mendesak dinomorduakan, hal-hal bersifat kosmetik justru didahulukan," ujar Giring.

Ya, netizen sedang mengikuti perdebatan antara dua musisi yang saat ini menjadi politikus, Giring Ganesha dan Sigit Purnomo alias Pasha soal kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani banjir yang menerjang Jakarta. Perdebatan terjadi di postingan Instagram Giring.

Perseteruan dimulai dari kritik Giring terhadap Anies. Ia menyayangkan Anies hanya menyalahkan kondisi alam saat banjir melanda.

Menurutnya, Anies juga tak punya rencana strategis mengantisipasi banjir.

"Selama tiga tahun terakhir Mas Anies tidak pernah serius mengatasi banjir selain itu Mas Anies terbukti tidak punya kapabilitas mengelola Jakarta.

Naturalisasi sungai yang selalu digembar-gemborkan Mas Anies terbukti cuma konsep di atas kertas, tidak dikerjakan di lapangan sementara normalisasi sungai dihapuskan," kata Giring di akun Instagram @giring seperti dikutip, Selasa (23/2/2021).

Pelaksana tugas Ketua Umum PSI itu menyebut Anies tak melakukan pencegahan sebelum musim hujan. Giring menyebut Anies justru menghamburkan uang untuk kegiatan tak penting.

"Lihat saja, untuk pembayaran uang muka Formula E, mempercantik JPO, atau mengecat genting-genting rumah warga. Dari sini, Gubernur Anies terlihat tidak mampu menyusun prioritas.

Kebutuhan mendesak dinomorduakan, hal-hal bersifat kosmetik justru didahulukan," ujar mantan vokalis Nidji itu.

Pasha yang kini bergabung dengan PAN memberi komentar di postingan tersebut. Ia tak sepakat dengan tudingan Giring soal Anies tak mampu mengelola Jakarta.

Mantan Wakil Wali Kota Palu itu mengakui Pemprov DKI harus memperbaiki pengelolaan banjir. Namun, vokalis band Ungu itu menyayangkan kritik Giring hanya berakhir di media sosial.

"Judgement Bro Ketum terkait kapabilitas pa gub @aniesbaswedan yang bro anggap tidak mampu mengelola Jakarta saya kira terlalu naif dan kerdil. mengelola Jakarta tidak semudah bro mengkritik di medsos," tutur Pasha lewat akun @pashaungu_vm.

Pasha menyarankan anggota DPRD DKI Jakarta membuka kembali semua perencanaan kota sejak era Belanda. Ia yakin ada solusi penanganan banjir.

Di akhir komentar, Pasha menyindir ucapan Giring soal kapabilitas Anies memimpin Jakarta. Pasha bertanya balik soal kapabilitas Giring dalam hal tersebut.

"Bukankah bro giring pun tidak dalam kapasitas menilai seperti itu..? apakah bro giring sudah pernah teruji mengelola sebuah kota/daerah atau bahkan kelurahan? mohon maaf kalau saya keliru berpendapat bro ketum," kata Pasha.

Giring menjawab komentar Pasha itu dengan membantah kritiknya sembarangan. Ia bilang PSI punya 8 kursi di DPRD DKI. Ia berkukuh apa yang ia sampaikan adalah fakta.

"Sebagai partai yang memiliki perwakilan di DKI, tak berlebihan jika saya katakan bahwa PSI berhak untuk menyuarakan suara warga DKI Jakarta dan konstituen kita," ujar Giring.

Sejumlah wilayah DKI Jakarta tergenang banjir sejak Sabtu (20/2) dini hari. Setidaknya ada 200 RT di Ibu Kota yang terdampak banjir.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan banjir yang menghantam ratusan RT itu sudah surut sejak kemarin, Senin (22/2/2021).

Terlepas dari perdebatannya dengan Pasha, Giring Ganesha rupanya sempat meninggalkan kesan yang kurang pas pada band yang sudah membesarkan namanya, Nidji. 

Sejak 2018, Giring Ganesha memang sudah mengucapkan selamat tinggal pada Nidji. 

Dua tahun berlalu, banyak perubahan yang terjadi pada psikologis band Nidji.

Pemain kibor Nidji, Randy Danistha menilai kini Nidji bagaikan kembali ke taman bermainnya lagi.

“Psikologisnya kita jadi kayak anak SMP lagi kayak dapet playground lagi,” jelas Randy dikutip dari Youtube Ari Lasso TV berjudul ‘EXCLUSIVE !! PERTAMA KALI NIDJI CURHAT TUNTAS TENTANG KELUARNYA GIRING GANESHA’.

Selepas dari Giring Ganesha, Randy merasa band-nya jadi lebih santai.

“Jadi kita yang biasanya apa-apa kayak dikejar waktu kayak serius sekarang itu jadi kayak main-main lagi.”

“Suasana kita itu jadi harusnya kan main-main, bukan kayak vibe kerja,” sambung Randy lagi.

Randy kemudian menceritakan bagaimana suasana ketika Giring masih bersama dengan band Nidji.

Menurutnya, ada banyak perubahan fase yang Giring tularkan ke band hingga akhirnya Randy merasa dia dan personel lainnya berat untuk mengikuti.

“Kita itu ngikutin dia dari berbagai fase kita selalu support as a friend. Kita lagi asik nge-band tiba-tiba dia (Giring) suka kamera jadi dia switching as a photographer. Ada pemandangan bagus stop-stop foto-foto.”

“Terus dia naik haji dimana pulang lihat masjid harus solat, kita support,” tutur Randy.

Sebagai teman yang puluhan tahun berkarir bersama, Randy mengaku selalu berusaha mendukung apapun kegiatan Giring.

Tapi Randy sulit mengimbangi ketika Giring terlalu jauh, misalnya membahas bisnis ketika sedang nge-band.

“Sampe pada fase yang menurut kita agak berat nih, masuk ke bisnis masuk ke start up abis itu fase politik.”

“Wah gila nih udah susah nih ya,” ujar Randy.

Ramadishta Akbar, gitaris Nidji juga sependapat dengan Randy.

 “Mungkin kita masing-masing ada kegiatan di luar tapi balik ke playground kita. Tapi kadang terbawa waktu kita ngumpulnya.”

“Kan ga bisa dipungkiri mood-nya sebelumnya ada capek atau mungkin diskusi, perselisihan,” ujar Rama.

Rama mengatakan, seringkali kegiatan pribadi di luar band mengubah suasana bermusik mereka.

“Tapi kita ga pernah nanya tapi kita berusaha untuk menciptakan environment yang menyenangkan tapi itu yang akhirnya agak berat,” ujar Rama. []