Anies Baswedan Bakal Tak Maju Lagi di Pilkada DKI, Ini Penyebabnya
logo

18 Februari 2021

Anies Baswedan Bakal Tak Maju Lagi di Pilkada DKI, Ini Penyebabnya

Anies Baswedan Bakal Tak Maju Lagi di Pilkada DKI, Ini Penyebabnya


GELORA.CO - Pembahasan Rancangan Undang-undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) mandek di DPR RI. Hal ini membuat penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak baru akan terselenggara pada 2024.

Dengan demikian, normalisasi Pilkada 2022 dan 2023 yang diatur dalam RUU Pemilu tak bisa terlaksana.

Hal ini berdampak pada posisi gubernur, bupati dan walikota yang masa jabatannya selesai pada 2022 dan 2023, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Gubernur, bupati dan walikota yang habis masa jabatannya pada 2022 dan 2023 akan diisi oleh pelaksana tugas (plt).

Hal itu sesuai dengan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Pada Pasal 201 ayat (9) disebutkan: Untuk mengisi kekosongan jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali kota yang berakhir masa jabatannya tahun 2022 sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan yang berakhir masa jabatannya pada tahun 2023 sebagaimana dimaksud pada ayat (5), diangkat penjabat Gubernur, penjabat Bupati, dan penjabat Wali kota sampai dengan terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali kota dan Wakil Wali kota melalui Pemilihan serentak nasional pada tahun 2024.

Kondisi ini membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan kesulitan untuk menentukan pilihan pada 2024, apakah maju lagi di Pilkada DKI atau maju di Pilpres 2024.

“Dia harus milih mau maju di DKI lagi atau kalau memang dia siap lahir batin dan saya kira dari tekad beliau itu akan maju di Pilpres,” ucap Sekjen PAN, Eddy Soeparno di pelataran kantor Pojoksatu.id, Graha Pena Bogor, Rabu (17/2/2021).
 
Anies tidak akan bisa memilih keduanya karena tahapannya sangat mepet. Pilpres dilaksanakan pada April dan Pilkada DKI kemungkinan dilaksanakan pada November atau Desember 2024.

Dengan demikian, tahapan Pilkada DKI sudah dimulai sebelum penetapan pemenang Pilpres.

Eddy menyebutkan ada beberapa kader terbaik PAN yang bisa didorong untuk maju di Pilkada DKI 2024, di antaranya Bima Arya Sugiarto, Eko Patrio dan Zita Anjani.

“Kang Bima saya kira dia adalah salah satu kader terbaik kita. Sebagai walikota Bogor ya tentu, apalagi sekarang jadi ketua APEKSI, saya kira punya eksposure yang sudah nasional,” ucap Eddy.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI mengatakan Bima Arya memiliki kapasatitas dan peluang untuk maju di Pilkada DKI Jakarta.

“Kita lihat nanti di Pilkada DKI 2024 kalau memang kesempatan ada, tentu kita dorong,” ucap Eddy.

Menurut Eddy, PAN DKI Jakarta cukup diperhitungkan. Sebab, partai berlambang matahari ini memiliki 9 kursi di DPRD DKI. Salah satu kader terbaik PAN pun jadi pimpinan DPRD DKI.

“Kita juga punya tokoh-tokoh seperti Eko Patrio, Ketua PAN DKI. Ya, kita juga tidak menutup kemungkinan Eko kalau berpeluang, kenapa enggak,” katanya.

“Kita punya Zita Anjani. Zita itu wakil Ketua DPRD DKI. Nah saya kira kita enggak kurang lah stok untuk DKI,” pungkas Eddy Soeparno.[psid]