Ujang Komarudin: Entah Gibran atau Risma Diusung Capres, Penentunya Desain Elite

Ujang Komarudin: Entah Gibran atau Risma Diusung Capres, Penentunya Desain Elite

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Peluang putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka ikut dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta hingga Pilpres 2024 mendatang sangat terbuka.

Namun, terkait besar atau kecilnya kemungkinan tersebut tergantung bagaimana dinamika politik kedepan.

Termasuk, apakah nanatinya harus berkontestasi dengan kader PDI Perjuangan lainnya sepertili Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Kemungkinan tersebut sangat mungkin terjadi.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin saat menjadi narasumber dalam diskusi daring Obrolan Bareng Bang Ruslan bertajuk "2021 Tahun Politik Sesungguhnya" yang diselenggarakan oleh Kantor Berita Politik RMOL, pada Selasa (5/1).

"Saya punya keyakinan dalam politik itu semua menjadi mungkin tidak ada yang tidak mungkin. Sama halnya, apakah Gibran atau Risma bisa menjadi Gubernur juga di DKI Jakarta atau nanti dia menjadi Capres atau Cawapres, sama peluangnya sama," kata Ujang Komarudin.

Menurut pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini, kemungkinan 'Putera Mahkota' Jokowi atau Risma yang akan maju pada Pilkada DKI Jakarta atau Pilpres 2024 nanti tergantung keputusan para elite partai politik terkait.

"Nanti desain elite-elite itu seperti apa nanti. Tentu mereka punya desain sendiri," tuturnya.

"Kalau misalnya mau jadi Walikota, Gubernur, Presiden, itu hak setiap orang. UU-nya pun tidak melarang. Jadi ya kemungkinan itu ada saja. Soal nanti kemungkinannya seperti apa ya lihat dinamika politik yang berkembang kedepan," imbuh Ujang Komarudin.

Sebab, sambung Ujang, Presiden Jokowi sudah di periode keduanya saat ini.

Ujang mengamati, tidak menutup kemungkinan mantan Walikota Solo itu akan 'mencari aman' karena purna berkuasa di negeri ini.  

Kata Ujang, cara orang nomor satu Indonesia mencari aman, bisa saja dengan mengusung Gibran manjadi Capres.

Alternatif lainnya, bisa  saja Jokowi akan mengusung Risma.

"Misalnya, Pak Jokowi ketika tidak menjabat, tentu ingin aman juga. Ingin yang jadi Presiden dan Wakil Presiden orangnya dia. Entah anaknya entah bukan ya terserah," tandasnya.[]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita