SBY: Pemerintah Harus Sangat Disiplin dan Berani Tunda Proyek Strategis
logo

9 Januari 2021

SBY: Pemerintah Harus Sangat Disiplin dan Berani Tunda Proyek Strategis

SBY: Pemerintah Harus Sangat Disiplin dan Berani Tunda Proyek Strategis


GELORA.CO - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) mengatakan, pemerintah harus mampu mengelola fiskal dan APBN dengan baik dalam rangka pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Ia berpendapat, pemerintah harus mengendalikan pembelajaan negara, salah satunya dengan menunda proyek-proyek strategis yang tidak urgent.

"Kalau tahu penerimaan negara jauh berkurang, karena pemasukan dari pajak juga terjun bebas, ya kendalikan pembelanjaan negara. Pemerintah harus sangat disiplin dan harus berani menunda proyek dan pengadaan strategis yang masih bisa ditunda," kata SBY dalam keterangan tertulis, Jumat (8/1/2021).

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu mengingatkan pemerintah tidak bisa melulu mengandalkan utang.

Menurut SBY, utang luar negeri Indonesia saat ini sudah sangat tinggi sehingga membebani APBN dan membatasi ruang gerak ekonomi.

"Betapa beratnya ekonomi kita jika misalnya 40 persen lebih belanja negara harus dikeluarkan untuk membayar cicilan dan bunga utang. Berapa banyak yang tersedia untuk belanja pegawai dan belanja rutin, dan kemudian berapa yang tersisa untuk belanja modal dan membiayai pembangunan," ujarnya.

Karena itu, SBY menegaskan belanja negara harus dikendalikan sehingga defisit anggaran APBN dalam angka relatif aman.

SBY mengatakan pemerintah jangan berlindung di balik Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.

"Jangan karena perppu, yang kemudian menjadi undang-undang, yang memberikan extra power kepada pemerintah, termasuk tak dibatasinya angka defisit anggaran, lantas tak pandai menentukan berapa besar defisit yang aman dalam APBN," kata dia.

Ia pun mengatakan, pemulihan ekonomi nasional bisa berhasil jika penanganan pandemi juga efektif dan berhasil.

Aktivitas ekonomi nasional akan kembali bergerak dan mendorong tumbuhnya perekonomian jika krisis kesehatan dapat tertangani.

"Sejalan dengan suksesnya penanganan Covid-19, dengan asumsi vaksinasi berhasil baik, akan terbuka jalan untuk menggerakkan kembali perekonomian kita. Imperatifnya, pemerintah harus disiplin dan tepat dalam mengatur keuangan negara. Juga harus bisa mengendalikan utang, agar ekonomi kita di tahun-tahun mendatang dapat diselamatkan," ujar SBY. []