Salam Damai Susi Pudjiastuti via Ajakan Unfollow Abu Janda Ramai-ramai
logo

30 Januari 2021

Salam Damai Susi Pudjiastuti via Ajakan Unfollow Abu Janda Ramai-ramai

Salam Damai Susi Pudjiastuti via Ajakan Unfollow Abu Janda Ramai-ramai


GELORA.CO - Susi Pudjiastuti melalui cuitannya mengajak netizen ramai-ramai unfollow akun twitter Permadi Arya alias Abu Janda. Tak lupa, eks Menteri Kelautan dan Perikanan itu menyerukan salam damai.

Ajakan Susi Pudjiastuti ini merespons pemberitaan mengenai cuitan rasis Abu Janda terhadap eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. Cuitan itu ditulis Susi Pudjiastuti pada Jumat, (29/1/2021).

Susi mengajak netizen untuk tidak memperdulikan Abu Janda lantaran menyinggung perasaan publik. Di akhir cuitannya Susi menyampaikan salam damai.


"Saya pikir saatnya dihentikan ocehan2 model seperti ini yg selalu menyinggung perasaan publik. Tidak sepantasnya dimasa sulit pandemic, hal2 yg tidak positif dibiarkan. Ayo kita un follow, dan jangan perdulikan lagi orang2 seperti ini. Salam sehat & damai," kata Susi. Susi telah dihubungi dan mengizinkan cuitannya itu dikutip.

Abu Janda pun merespons cuitan Susi itu. Saat dihubungi detikcom, pria bernama asli Permadi Arya menilai Susi hanya bersumbu pendek.

"Bu Susi ini intinya sumbu pendek, reaktif terhadap headline yang dia baca, hak asasi kok mau sumbu pendek dan reaktif terhadap apa yang dia baca," kata Abu Janda saat dihubungi, Jumat (29/1/2021).

Tidak ada masalah pribadi antara Abu Janda dengan Susi. Begitulah pengakuan dari Abu Janda.

"Nggak ada (masalah). Cuma aku pikir Bu Susi bereaksi karena ngebaca headline berita, ya aku pikir wajar lah semua orang pasti ya sah-sah saja dia beraksi, tapi ini kan semua berawal dari headline berita itu, dan ini berawal dari Kiaiku, Pak Sekjen (PBNU) Kiai Helmy, itu disodok pertanyaan wartawan," katanya.

Selain itu, Abu Janda juga meluruskan cuitannya soal 'Islam arogan'. Cuitan itu berawal ketika dia twit war dengan Tengku Zulkarnaen.

Awalnya, Abu Janda membalas cuitan Tengku Zulkarnaen yang menyebutkan bahwa 'minoritas di negara ini arogan terhadap mayoritas'. Abu Janda mengaku sudah mengklarifikasi cuitannya itu ke Sekjen PBN Helmy Faishal.

"Tapi sebetulnya udah diklarifikasi bahwa itu kesalahpahaman, bahwa cuitan itu dipotong, padahal itu adalah jawaban saya ke Tengku Zulkarnaen yang lagi nge-tweet provokasi SARA. Tengku Zulkarnaen nge-twit bilang seolah-olah 'minoritas di negeri ini arogan ke mayoritas', kan ngeri sekali pernyataannya, tanya-jawab ya kan," jelasnya.


"(Dibalas Abu Janda) 'kenapa arogan? Nggak Tad (Ustad), yang arogan itu Islam--gua bilang--yang pendatang dari Arab.' Kenapa muncul kata arogan, karena menjawab cuitan dari Tengku Zulkarnaen, tapi itu dipotong seolah-olah cuitan mandiri, jadi ya wajar," tandasnya.

Abu Janda Dipolisikan

Abu Janda dilaporkan KNPI ke Bareskrim Polri terkait cuitan evolusi yang diduga rasis kepada Natalius Pigai. Laporan tersebut bernomor: LP/B/0052/I/2021/Bareskrim pada Kamis 28 Januari 2021.

Permadi Arya alias Abu Janda dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) dan/atau Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 25 ayat (2) dan/atau Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kebencian atau Permusuhan Individu dan/atau Antar Golongan (SARA), Pasal 310 dan/atau Pasal 311 KUHP.

"Telah diterima laporan kami secara kooperatif dari pihak polisi, sudah kami tunjukkan bukti-buktinya. Bahwa kami telah melaporkan akun Twitter @permadiaktivis1 yang diduga dimiliki Saudara Permadi alias Abu Janda. Yang kami laporkan adalah dugaan adanya ujaran kebencian dengan memakai SARA dalam tweet-nya tanggal 2 Januari tahun 2021 yang menyebut kau @nataliuspigai2 apa kapasitas kau, sudah selesai evolusi kau," kata Ketua Bidang Hukum KNPI Medya Riszha Lubis di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (28/1/2021).

Abu Janda juga mengklarifikasi bahwa cuitannya itu bukan rasial. Abu Janda mengaku tidak mempercayai teori Darwin.

Abu Janda kemudian menjelaskan maksud 'evolusi' yang ditujukan kepada Natalius Pigai itu. Ia kemudian merujuk pada Kamus Besar Bahas Indonesia (KBBI) bahwa kata-kata 'evolusi' yang dia maksud mengandung arti 'perubahan atau perkembangan'.

"Jadi tidak ada saya berpikir teori Darwin ketika saya mengatakan itu. Evolusi di KBBI itu tidak ada kaitannya sama teori Darwin, di kamus besar itu artinya berkembang. Yang aku maksud itu jadi 'Kau ini sudah berkembang belum otak kau' itu maksudnya 'kau nggak ada otak', gitu, cuma dikaitkan ke teori Darwin sama si Rocky Gerung itu," jelas Abu Janda saat dihubungi detikcom, Kamis (28/1).(dtk)