Menko PMK: Eksploitasi Alam Jadi Salah Satu Penyebab Banjir di Kalsel
logo

22 Januari 2021

Menko PMK: Eksploitasi Alam Jadi Salah Satu Penyebab Banjir di Kalsel

Menko PMK: Eksploitasi Alam Jadi Salah Satu Penyebab Banjir di Kalsel



GELORA.CO - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan kekayaan sumber daya alam di Kalimantan tanpa memikirkan risikonya.

Muhadjir mengatakan, risiko tersebut jangan hanya dihitung jangka pendek, tapi harus dalam jangka panjang. Begitu pun dengan keuntungan yang akan diperoleh.

"Jangan sampai ada yang mengambil keuntungan terlalu besar (dari lingkungan), sementara sebagian yang lain menanggung risiko terlalu besar," kata Muhadjir saat berkunjung ke posko pengungsian banjir Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (21/1/2021), dikutip dari siaran pers.

Pasalnya, kata dia, Kalimantan memiliki sumber daya alam berupa keanekaragaman hayati dan kandungan mineral di dalam perut buminya.

Ia pun tak memungkiri bahwa eksploitasi alam menjadi salah satu penyebab banjir besar di Kalimantan Selatan.

"Pengelolaan alam yang salah dan sembrono menyebabkan timbulnya malapetaka bencana alam," kata dia.

Oleh karena itu, ia pun meminta seluruh pihak, baik masyarakat umum, pengusaha, maupun pemerintah daerah lebih mencintai alam dan memanfaatkannya dengan bijaksana.

"Mari kita manfaatkan alam ini dengan cara-cara yang bijak, arif, penuh perhitungan manfaat dan risikonya. Jangan sampai ternyata manfaat itu lebih kecil dibanding risikonya," ucap dia.

Adapun banjir besar di Kalimantan Selatan menggenangi 11 kabupaten dan kota merendam 87.765 rumah warga.

Ketinggian air mencapai 2 meter dan menyebabkan 74.863 orang mengungsi, dengan korban meninggal sebanyak 21 orang.

Akibatnya, banyak sarana dam prasarana yang rusak. Mulai dari jembatan putus, tanggul jebol, jalan Trans Kalimantan putus, serta sekolah dan rumah ibadah yang rusak. (*)