Dua Hari Usai Divaksin, dr Rani Rasyidin Terinfeksi Covid-19
logo

24 Januari 2021

Dua Hari Usai Divaksin, dr Rani Rasyidin Terinfeksi Covid-19

Dua Hari Usai Divaksin, dr Rani Rasyidin Terinfeksi Covid-19


GELORA.CO - Dokter spesialis paru yang juga dosen, dr Rani Rasyidin mengaku terinfeksi Covid-19 dua hari setelah disuntik vaksin.

Hal itu dikatakan dr Rani Rasyidin melalui akun Twitter pribadinya, @drRaniSpP, Jumat (22/1/2021).

“Bismillah, hari ini sy konfirmasi covid, gejala spt flu mulai h+2 vaksin, apa kebetulan atau ada hub nya, sy gk tahu, yg jelas sy sdh lapor, jaga kesehatan ya, doakan saya lekas sehat lagi,” tulis dr Rani.

Dokter Rani mengaku sudah melaporkan hal itu kepada petugas vaksin. “Semoga gejala cuma segini doang, doain ya,” katanya.

Selain dr Rani, Bupati Sleman Sri Purnomo juga positif terinfeksi Covid-19 seminggu setelah disuntik vaksin.

“Hari ini, Kamis 21 Januari 2021, saya Sri Purnomo Bupati Kabupaten Sleman menyampaikan informasi bahwa saya hari ini dinyatakan positif Covid-19,” kata Sri Purnomo melalui akun Intagram.

Sri Purnomo menceritakan pada 20 Januari, dia menjalani tes swab antigen yang segera diketahui hasilnya positif. Esok harinya dilanjutkan dengan tes swab PCR dan hasilnya pun sama.

Usai dinyatakan positif Covid-19, Sri siang tadi melakukan rontgen thorax dan CT Scan thorax. Dia mengaku bersyukur, berdasarkan hasil pemeriksaan itu, paru-parunya bersih dan baik-baik saja.

“Kondisi kesehatan saya hari ini alhamdulilah 100 persen sehat dan tidak menunjukkan gejala penyakit apa pun. Memang pada hari Selasa 19 Januari 2021 malam, saya sempat batuk-batuk dan suhu badan naik di angka 37,6 derajat,” kata Sri.

Kini dia menjalankan isolasi mandiri di rumah dinas dan tidak di rumah sakit. Kondisi tanpa gejala membuatnya hanya menjalani isolasi mandiri.
Baca juga: Korban Gempa Diminta Tidak Bergantung pada Bantuan, Gubernur: Kembalilah! Malu Kita

Sri mengaklaim, seluruh keluarga dan staf yang ada di rumah dinas dan sering berinteraksi sudah dites swab antigen. Seluruhnya dinyatakan negatif Covid-19.

Pada 14 Januari, Sri Purnomo bersama pegiat media sosial dr Tirta Hudhi disuntik vaksin Covid-19 buatan perusahaan biofarmasi asal China, Sinovac, di Puskesmas Ngemplak II.

“Meskipun beberapa waktu lalu saya telah divaksin sebagai pencegahan penyebaran virus Covid-19, saya ingatkan vaksin bukanlah sebuah obat. Vaksin hanya mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit Covid-19 agar terhindar dari tertular maupun kemungkinan sakit berat,” ujarnya.
Sri Purnomo mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan Covid-19.

“Saya mengimbau bahwa perlindungan yang diberikan vaksin Covid-19, tetap perlu diikuti dengan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin memakai masker, cuci tangan pakai sabun serta jaga jarak dan hindari kerumunan,” tandas Sri Purnomo.[]