Bukan UU, Fahri: Hanya Fatwa Ulama yang Membuat Orang Mau Berperang Mengorbankan Jiwa Raga
logo

6 Januari 2021

Bukan UU, Fahri: Hanya Fatwa Ulama yang Membuat Orang Mau Berperang Mengorbankan Jiwa Raga

Bukan UU, Fahri: Hanya Fatwa Ulama yang Membuat Orang Mau Berperang Mengorbankan Jiwa Raga


GELORA.CO - Politikus Fahri Hamzah menyebut bahwa Indonesia tidak pernah mendapatkan ancaman dari agama terutama agama Islam.

Hal itu diungkapkan Fahri Hamzah saat melakukan orasi memperingati hari lahir pancasila yang dibagikan di akun YouTube Fadli Zon Official pada Senin (4/1/21).

Dalam penjelasan Fahri Hamzah menjelaskan bahwa Republik Indonesia dari sebelum merdeka hingga sekarang tidak pernah luput dari perjuangan tokoh-tokoh islam.

"Yang bisa memberikan komando berperang itu ya para ulama, hanya fatwa ulama yang membuat orang mau mengorbankan jiwa raga," jelas Fahri Hamzah seperti dikutip  pada Selasa (5/1/21).

Bahkan politikus asal Nusa Tenggara Barat ini menjelaskan bahwa dulu saat para ulama berjuang mereka tidak memerlukan Surat Keterangan (SK).

"Dan seluruh perang-perang kita ini sebenernya tidak ada SK-nya tidak ada undang-undangnya, ini semua adalah fatwa ulama," jelanya.

Hal itulah justru yang menimbulkan kedekatan antar agama dan negara pada jaman itu. 

Ia menyebut bahwa masalah yang terjadi saat ini di Indonesia seperti pembubaran FPI dan penangkapan Habib Rizieq Shihab lantaran adanya pihak-pihak yang belum bisa menerima sejarah pancasila sebagai jalan agama.

"Problemnya sekarang dalam perasaan, ada di antara kita ini yang belum bisa atau belum mau menerima sejarah pancasila apa adanya, misalnya pancasila sebagai jalan agama," jelas Fahri.

Tak hanya itu, Fahri menyebut bahwa dirinya kecewa dengan tokoh-tokoh tua yang suka mengganggu orang islam.

"Saya terus terang kecewa betul denga tokoh-tokoh tua, kerjaannya gangguin orang islam terus," ujarnya.

Ia mengungkap bahwa saat ini yang menjadi ancaman bagi negara ialah orang-orang yang menganggap bahwa konsepsi dasar sebagai ancaman.

"Ada yang ingin memecah belah kita, menganggap konsepsi dasar agama sebagai ancaman kepada republik, menurut saya ini lah yang menjadi ancaman dan bahaya kepada negara kita sekarang," tambah Fahri. []
close
Subscribe