2 Kali Lolos dari Maut, Pramugari Ini Ceritakan Ngerinya Kecelakaan Pesawat

2 Kali Lolos dari Maut, Pramugari Ini Ceritakan Ngerinya Kecelakaan Pesawat

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Seorang pramugari penerbangan domestik bernama Laura Lazarus menceritakan kisah kelam kecelakaan pesawat yang ia alami. Bukan hanya sekali, ia bahkan harus mengalami dua kali kecelakaan dengan pesawat yang sama. Akibat kejadian itu, ia harus menjalani 19 kali operasi. Pada kecelakaan kedua, ia bahkan sempat dinyatakan meninggal dunia.

Dalam sebuah video yang tayang di kanal Youtube 'The Hermansyah A6' Laura menceritakan apa yang ia alami 16 tahun lalu. Sebelumnya, ia mengaku sudah jauh lebih baik saat ini baik dari sisi fisik maupun mental.

“Sekarang sudah jauh lebih baik. Tapi masih harus pakai alat bantu untuk jalan. Ini sudah operasi tulang yang ke-19,” katanya dalam video tersebut, dikutip Jumat 22 Januari 2021. 

Laura lantas menjelaskan kejadian kecelakaan yang ia alami pertama kali. Kecelakaan itu terjadi saat ia mengikuti penerbangan ke Palembang.

"Saat itu cuacanya buruk banget, jelek sekali. Selama penerbangan guncangan turbulance besar sekali. Bahkan untuk sekadar servis penumpang saja mesti jongkok. Dan untuk jalan ke tempat duduk saja juga enggak bisa,” kata dia menceritakan.

“Akhirnya pesawat tergelincir keluar landasan, rodanya terbenam ke lumpur. Saat itu kita langsung evakuasi penumpang. Rok sudah robek tinggi sekali saya enggak peduli, saya terus bantu penumpang,” kata Laura.

“Semalaman kita meringkuk nangis di hotel, kita nangis, ternyata profesi kita sangat riskan untuk cepat meninggal,” katanya lagi.

Ia lantas bercerita tentang kecelakaan kedua yang ia alami saat mengikuti penerbangan ke Solo. Dalam peristiwa itu ia harus kehilangan sahabatnya yang juga bertugas sebagai pramugari.

“Teman pramugari di sebelah saya meninggal. Lalu kapten pilot meninggal. Engineering meninggal. Co pilot meninggal. Serta semua penumpang dari depan sampai baris ke 10 semua meninggal. Ya, orang-orang yang duduk di sekeliling aku meninggal,” katanya dengan mata berpendar.

“Saat itu kami sedang ngobrol, tiba-tiba brak. Hanya hitungan detik, begitu cepat dia tidak ada,” katanya.

Laura mengaku sempat berdoa meminta diberi kesempatan sekali lagi. Ia memanjatkan doa itu dalam keadaan tertimbun di bawah sayap pesawat.

“Saya berdoa, tuhan tolong izinkan saya diberikan kesempatan untuk hidup satu kali lagi. Saya ingin orangtua saya tak khawatir, saya akan berbuat baik di kehidupan saya. Tolong satu kehidupan lagi,” katanya. (*)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita