Lagi, ABK WNI Asal Cirebon Meninggal di Kapal China
logo

21 Desember 2020

Lagi, ABK WNI Asal Cirebon Meninggal di Kapal China

Lagi, ABK WNI Asal Cirebon Meninggal di Kapal China


GELORA.CO - Seorang anak buah kapal (ABK) WNI asal Cirebon meninggal dunia karena sakit di kapal Xingbang 808 berbendera China. Jenazah ABK tersebut saat ini berada di RS di Salalah, Oman.

“Saat ini jenazah masih berada di rumah sakit di Salalah, Oman, menunggu proses pemulangan ke Tanah Air yang direncanakan dilakukan tanggal 22 Desember 2020,” kata Duta Besar Oman, M Irzan Djohan, dalam keterangan tertulis, Senin (21/12/2020).

Irzan Djohan menyebut meninggalnya ABK asal Cirebon itu menambah daftar 9 ABK dan PMI hingga akhir Desember 2020 ini. Sebelumnya, kata dia, ABK asal Kendal yang bekerja di kapal Han Rong 365 berbendera Tiongkok juga meninggal dunia pada 14 November 2020 di sekitar perairan Oman, karena sakit.

“Jenasah saat ini masih berada di kapal Han Rong 365 di perairan Karachi, Pakistan. Sementara 18 ABK lain sudah dipulangkan ke tanah air pada tanggal 6 Desember 2020,” ujarnya.

Kemudian, dia menjelaskan terkait kasus kematian 2 ABK Indonesia juga terjadi di Kapal Han Rong 363 dan Han Rong 368 di perairan Oman pada bulan Juni 2020. Menurutnya, kapal tidak dapat merapat di Pelabuhan Oman karena kebijakan penutupan akses masuk pelabuhan guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Pihak Agen di Taiwan selanjutnya mengurus pemulangan jenazah ke Tanah Air,” katanya.

Lebih jauh, Irzan Djohan menyebut KBRI di Muscat, Oman, tak hanya mencatat dan menangani kasus kematian ABK. Dia mengatakan pihaknya juga mencatat dan menangani kasus-kasus WNI yang meninggal di Oman.

“Misalnya pada tanggal 2 Maret 2020, seorang WNI jemaah Umroh asal NTB meninggal dalam perjalanan dari Jeddah menuju Kuala Lumpur. Sesuai permintaan keluarga, jenazah kemudian dimakamkan di Oman,” katanya.

“Seorang PMI asal Sumbawa tercatat juga meninggal dunia pada tanggal 27 Mei 2020 di rumah majikannya di Oman. Pihak RS menyatakan almarhumah meninggal secara wajar disebabkan cardiorespiratory failure. Alamarhumah atas persetujuan pihak keluarga selanjutnya dimakamkan di Oman,” sambungnya.

Sedangkan pada 30 Juni 2020, KBRI di Muscat juga mencatat kasus kematian seorang PMI di Salalah Oman. PMI itu meninggal karena terjatuh dari sebuah penginapan di Salalah, dan jenazahnya telah dipulangkan ke Tanah Air pada 9 Juli 2020. Kasus kematian PMI ini masih dalam proses hukum di Kejaksaan Salalah, Oman.

Menurut Irzan Djohan, KBRI di Muscat, Oman, saat ini merangkap Republik Yaman mencatat pula kasus-kasus kematian WNI di Yaman, yang umumnya para pelajar. Pada 25 September 2020, seorang pelajar di Universitas Al-Ahgaf meninggal disebabkan pendarahan paska operasi pencabutan gigi.

“Dan tangal 4 November 2020 seorang pelajar di Pesantren Ribath Tarim yang meninggal karena sakit Tumor. Keduanya dimakamkan di Yaman atas persetujuan keluarga,” pungkasnya. []